Laze Suguhkan Hip Hop Rasa Lokal di Album Waktu Bicara

Cecylia Rura 11 Maret 2018 17:33 WIB
musik
Laze Suguhkan Hip Hop Rasa Lokal di Album Waktu Bicara
Havie "Laze" Prakasya saat perilisan album Waktu Bicara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Maret 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura).
Jakarta: Satu lagi musikus hip hop tanah air yang mencoba berekspresi lewat musik hip hop. Adalah Havie "Laze" Parkasya yang tampil permisif dan modern lewat debut album Waktu Bicara.

Tak ikut terseret arus musik hip hop yang tampak lebih keren dengan fasih berbahasa Inggris, Laze justru dengan bangga mengemas 15 lagu dalam bahasa Indonesia.

"Pertama, saya merasa tertantang. Awalnya bikin lagu bahasa Inggris, banyak orang bilang 'Emang kenapa kalau pakai bahasa Indonesia? Malu ya pakai bahasa Indonesia? Atau, enggak bisa bikin yang bagus pakai bahasa Indonesia?.' Pertama, tantangan itu saya jawab, akhirnya bisa, album ini saya rilis," kata Laze di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Maret 2018.


"Kedua, walaupun udah mulai banyak orang Indonesia berbahasa Inggris, bahasa Indonesia adalah bahasa pertama kita dan bahasa negara kita. Jadi, menurut saya untuk menyentuh lebih banyak orang Indonesia harus dengan bahasa Indonesia," lanjutnya.

Album Waktu Bicara memuat 15 buah lagu, yang mana 14 di antaranya diciptakan sendiri oleh Laze. Garis besar tema album ini bercerita tentang pencarian jati diri para manusia yang mencoba peruntungan hidup di Ibu Kota.

"Album ini tidak hanya terdiri dari kumpulan musik tapi ada satu garis besar yang mau saya ceritakan adalah tentang orang yang baru pindah ke Jakarta, lalu dia (mengalami) culture shock," kata Laze yang sempat bersekolah di Bandung sebelum akhirnya kembali ke Jakarta.

"Jakarta itu sebuah kota besar yang menurut saya banyak hal bisa terjadi di situ. Seperti yang kita tahu, uang bisa mengubah tabiat orang. Begitu juga dengan perasaan tertekan. Perasaan itu bisa mengubah kelakuan dan sudut pandang seseorang. Jadi, album ini adalah proses seseorang kehilangan jati dirinya dan mencoba menemukannya kembali."

Melalui perilisan album ini, Laze yang juga menunjukkan bakat freestyle dengan melakukan rap spontan ingin mengubah stigma orang banyak yang menganggap musik hip hop erat dengan dunia clubbing. Laze ingin menunjukkan bahwa pelaku hip hop juga musisi yang berkarya.

Albumn Waktu Bicara nantinya tak akan mengajak para penikmat musik berdansa, tetapi justru berpikir tentang lirik yang sarat makna kehidupan.

Laze menjelaskan albumnya akan lebih mendeskripsikan sosial, bukan kritik sosial.

David Tarigan selaku pengamat musik berpendapat, Laze merupakan sosok yang memang tahu apa yang diinginkan di dunia musik.

"Di Indonesia, makin ke sini jarang seniman hip hop yg merilis album secara utuh," ungkap salah satu penggagas Irama Nusantara tersebut.

"Dia datang di saat yg tepat. Datang ke Demajors sebagai musisi. Paket keseniannya jelas sekali, sesimpel itu," lanjutnya.

Sementara itu, Igor Saykoji sebagai musikus yang terhitung telah lama berkecimpung di dunia musik hip hop Indonesia mengaku munculnya sosok Laze adalah apa yang dicita-citakan para musisi hip hop sebelumnya.

"Kalau kita lihat karya teman-teman di Indonesia, apa yang dicita-citakan udah mulai terwujud karena banyak teman-teman yang berkarya dengan identitas masing-masing. Di YouTube banyak banget rapper-rapper di daerah yang enggak malu dengan daerah masing-masing," kata Igor, pada kesempatan yang sama.

Menurut musikus hip hop yang sejak dulu bergerak independen ini, menulis lirik lagu dalam bahasa Indonesia tidak mudah. Seperti saat menerjemahkan ekspresi dan bahasa.

"Harusnya bisa disamakan dengan para pujangga. Mereka mencari identitas mereka," tambahnya.

Sebelum merilis album, Laze lebih dulu menelurkan tiga buah EP, salah satunya berjudul Budak.

Pengalaman Laze menekuni musik hip hop sudah sejak usia 15 tahun. Kala itu, Laze berhasil memenangkan acara Hip Hop Asongan yang diselenggarakan oleh Saykoji. Ia lalu mencoba peruntungan di panggung Soulnation dan kembali meraih trofi jawara.

Album Waktu Bicara dilepas resmi pada Sabtu, 10 Maret 2018. Album ini dirilis atas kerjasama label Demajors bersama frekuensi Antara.



(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id