Theresa masuk dalam nominasi kategori prestisius Best Music Video pada Grammy Awards edisi ke-68 yang digelar di Crypto.com Arena, Los Angeles, Amerika Serikat, pada 1 Februari 2026 lalu.
Dalam proyek tersebut, Theresa berperan sebagai video producer, berkolaborasi dengan Hannan Hussai sebagai video director, untuk video klip lagu “So Be It” milik duo hip-hop asal Amerika Serikat, Clipse, yang digawangi oleh duo rapper bersaudara Pusha T dan Malice.
Baca Juga :
Kejutan Lola Young di Grammy Awards 2026, Kalahkan Sabrina Carpenter hingga Justin Bieber
Di kategori Best Music Video, Theresa, Hannan, dan Clipse harus bersaing dengan sejumlah nama besar, seperti Sabrina Carpenter lewat video musik "Manchild", Doechii dengan "Anxiety", OK Go melalui "Love", serta Sade lewat "Young Lion".
Meski piala Grammy akhirnya diraih Doechii melalui video musik "Anxiety", pencapaian Theresa tetap dipandang sebagai tonggak penting dan bersejarah bagi Indonesia di kancah musik global.
Keberhasilannya menembus nominasi Grammy Awards menempatkan Theresa Kusumadjaja sebagai perempuan pertama asal Indonesia yang mencatatkan prestasi tersebut di ajang musik kelas dunia.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 2 Februari 2026, Theresa membagikan momen kebahagiaannya saat berpose di red carpet Grammy Awards. Dalam keterangan unggahan tersebut, ia mempersembahkan pencapaian bersejarah itu kepada sang ibu.
"Mama, putrimu kini menjadi perempuan Indonesia pertama yang masuk nominasi Grammy!," tulis Theresa di Instagram.
Di akhir unggahannya, Theresa juga menyuarakan dukungan terhadap gerakan “ICE OUT”, sebuah aksi solidaritas yang memprotes kebijakan U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE). Gerakan ini mencuat setelah kematian tragis Renee Nicole Good, seorang ibu tiga anak yang tewas akibat tindakan agen ICE di Minneapolis, Amerika Serikat.
"ICE OUT!," tutup Theresa Kusumadjaja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News