Cecil Yang (Foto: instagram)
Cecil Yang (Foto: instagram)

Cécil Yang Cerita Perjuangan Jadi Rapper Perempuan Usai Gabung Floor Inc

Elang Riki Yanuar • 11 September 2026 15:27
Ringkasnya gini..
  • Cécil Yang membangun karier sebagai rapper perempuan dari cover lagu hingga merilis karya dan berkolaborasi dengan berbagai musisi.
  • Bagi Cécil Yang, hip-hop menjadi ruang untuk menyalurkan energi dan perasaan melalui lirik yang lebih terfokus dan padat.
  • Cécil Yang terus mengeksplorasi musik, visual, fashion, dan lifestyle sambil membuktikan rapper perempuan juga punya ruang besar di hip-hop.
Jakarta: Menjadi rapper perempuan bukan selalu perjalanan yang mudah. Hal itu juga dirasakan Cécil Yang yang sejak awal membangun kariernya melalui musik hip-hop hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu artist yang aktif mengeksplorasi berbagai ruang kreatif.

Cécil Yang pertama kali mulai dikenal melalui cover lagu "Dat $tick" milik Rich Brian. Dari video tersebut, dia kemudian perlahan menemukan jalannya sendiri untuk masuk lebih jauh ke dunia musik dan memperkenalkan karya original.

Bagi Cécil, hip-hop bukan sekadar genre musik. Kultur tersebut menjadi ruang untuk menyalurkan berbagai energi dan perasaan yang kemudian dituangkan melalui lirik serta karya yang dia buat.

“Hip hop itu saya kenal sejak 2019, 2020. Saat saya menulis lagu, banyak energi yang tersalurkan. Di hiphop, banyak lirik yang membuat energi saya lebih terfokus dan padat,” ujar Cécil Yang di Jakarta.

Setelah memulai perjalanan melalui cover, Cécil mulai menciptakan dan merilis musiknya sendiri. Salah satu karya yang menjadi bagian dari proses tersebut adalah Rum Pum Pum yang memperlihatkan upayanya membangun karakter sebagai rapper.

Perjalanan Cécil kemudian memasuki babak baru ketika dia bergabung dengan Floor Inc, sublabel Sony Music. Dia mendapat kesempatan merilis single "Djakarta" bersama Diskoria dan Laleilmanino.

Kolaborasi tersebut mempertemukan karakter rap Cécil dengan warna musik Diskoria dan Laleilmanino. Lagu "Djakarta" sekaligus menjadi ruang bagi Cécil untuk menunjukkan bahwa identitasnya tidak harus terbatas pada satu genre.

Setelah "Djakarta", Cécil kembali menghadirkan karya seperti "321" dan "Call It Love". Dari karya-karya tersebut, dia mulai menunjukkan sisi yang lebih luas sebagai artist. 

Perkembangan karier tersebut juga membawa Cécil ke berbagai kolaborasi di luar musik. Dia sempat bekerja sama dengan ASICS dalam sebuah campaign yang kemudian berkembang menjadi produksi video musik untuk lagu "Call It Love".

Keterlibatan dalam proyek tersebut membuat musik Cécil bersinggungan dengan dunia visual, fashion dan lifestyle. Hal ini menjadi salah satu bagian dari eksplorasinya untuk menemukan ruang baru dalam berkarya.

Eksplorasi serupa berlanjut ketika Cécil terlibat dalam kolaborasi bersama Somethinc. Dalam proyek tersebut, dia bertemu dengan Janita Gabriela dan produser musik elektronik Dipha Barus.

Meski kini terlibat dalam berbagai proyek, musik tetap menjadi bagian utama dari perjalanan Cécil. Dia melihat pengalaman sebagai rapper perempuan sebagai proses yang perlu dijalani dengan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.
“Jadi rapper perempuan itu nggak gampang tapi nggak susah. Ada feeling, 'masa gua gak bisa sih, masa cowok doang'. Karena passion dari kecil jadi ngejalaninnya nggak sesusah yang dibayangkan. Didukung kru juga jadi perasaannya lebih rileks aja,” jelasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana Cécil menghadapi tantangan sebagai rapper perempuan. Alih-alih melihat gender sebagai batasan, dia memilih menjadikannya bagian dari perjalanan untuk membuktikan bahwa perempuan juga memiliki ruang yang sama dalam kultur hip-hop.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA