Perilisan album debut ini turut dirayakan melalui intimate showcase dan sesi temu penggemar di Houma, SCBD, Jakarta, pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Sebelum acara berlangsung, Medcom.id berkesempatan berbincang langsung dengan Rol3ert mengenai proses kreatif hingga makna di balik album perdananya.
Bagi Rol3ert, album ini menjadi pencapaian penting karena ia merasa berhasil mewujudkan gagasan dan visi musikal yang selama ini ingin disampaikan. Ia juga menjadikan proyek tersebut sebagai wadah untuk merekam berbagai pengalaman yang membentuk dirinya hingga saat ini.
“Untuk album ini, gue benar-benar bangga karena merasa berhasil mewujudkan apa yang ingin gue lakukan lewat album perdana gue,” ungkap Rol3ert.
Lebih jauh, Rol3ert menjelaskan bahwa meet me in my head berangkat dari dorongan untuk mengekspresikan naluri dan emosi secara jujur. Ia berusaha merangkum berbagai hal yang dialaminya selama dua dekade terakhir tanpa harus menyembunyikan sisi personal dalam dirinya.
“Tema utama album ini adalah impuls atau naluri mentah. Gue ingin menuangkan semua hal yang gue alami selama 20 tahun terakhir ke dalam album ini, dan gue rasa berhasil melakukannya dengan baik. Makanya, gue bangga banget dengan album ini,” tuturnya.
Baca Juga :
EKSKLUSIF: Queens of the Stone Age Menjawab Pertanyaan Akankah Mereka Konser di Indonesia?
Rol3ert Senang Musiknya Menjangkau Pendengar Indonesia
Kesempatan bertemu langsung dengan pendengar di Jakarta menjadi pengalaman yang berarti bagi Rol3ert. Sejak awal, ia memiliki keinginan untuk membuat musik yang bisa dikenal secara global. Namun, perjalanan tersebut bermula dari proses bermusik secara mandiri di rumah, tanpa mengetahui sejauh mana karyanya kelak dapat menjangkau pendengar.
Karena itu, mengetahui musiknya mendapat perhatian dari pendengar di Indonesia menjadi pengalaman yang terasa istimewa. Ia mengaku tidak menyangka karya yang selama ini dibuatnya secara mandiri bisa membawanya bertemu langsung dengan penggemar di negara lain.
“Jujur, ini berarti segalanya buat gue. Bahkan, rasanya lebih dari yang bisa gue bayangkan. Karena sejak awal, gue selalu punya keinginan untuk membuat musik yang bisa dikenal secara global. Selama ini, gue cuma bikin musik sendirian di rumah. Jadi, mengetahui ternyata ada orang-orang di sini yang mengenal gue, rasanya luar biasa banget,” ujar Rol3ert.
Dukungan pendengar Indonesia juga terlihat dari sejumlah respons yang ia temukan melalui media sosial. Respons tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan untuk menggelar intimate showcase di Jakarta, sekaligus membuka kesempatan bagi Rol3ert untuk mengenal para pendengarnya secara lebih dekat.
“Gue sempat melihat beberapa respons dari orang-orang di Jakarta lewat media sosial. Itu juga yang membuat kami berpikir bahwa mengadakan intimate showcase di sini bakal menjadi sesuatu yang penting. Gue ingin bertemu langsung dengan mereka dan melihat mereka dari dekat. Mereka sudah memberikan banyak dukungan, dan gue senang banget akhirnya bisa menggelar intimate showcase seperti ini di sini (Houma),” ungkapnya.
Pesan tentang Kejujuran Diri dalam meet me in my head
Secara musikal, meet me in my head melibatkan sejumlah produser dengan latar belakang berbeda. Mereka di antaranya Taka Perry, MONJOE, ESME MORI, Michael Kaneko, Yuto Uchino dari The fin., dan JUNE.
Proses mastering album ini ditangani oleh Mike Bozzi dari Bernie Grundman Mastering. Ia dikenal pernah menggarap lagu “This Is America” milik Childish Gambino. Selain tersedia dalam format digital, meet me in my head juga menjadi rilisan pertama Rol3ert yang hadir dalam format CD.
Di balik pengerjaan album ini, Rol3ert berharap pesan yang ia sampaikan dapat menjangkau pendengar dengan pengalaman hidup yang beragam. Baginya, musik tidak hanya menjadi sarana untuk mengekspresikan perasaan, tetapi juga cara untuk mengajak orang lain menerima diri mereka sendiri tanpa harus mengikuti ekspektasi tertentu.
Karena itu, ia ingin pendengar dapat menemukan kedekatan dengan pesan yang terkandung dalam lagu-lagunya, terutama tentang pentingnya bersikap jujur terhadap diri sendiri.
“Gue berharap pesan yang ingin gue sampaikan lewat album ini—bahwa kita nggak perlu menyembunyikan diri kita yang sebenarnya—bisa sampai dan terasa dekat bagi banyak orang,” tutupnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatannya di Indonesia, Rol3ert dijadwalkan melanjutkan perjalanan musiknya melalui dua konser utama dalam rangkaian Live Tour 2026 bertajuk meet me in my head. Ia akan tampil di BIGCAT, Osaka, pada 6 November dan Spotify O-EAST, Tokyo, pada 12 November 2026.
Dalam rangkaian konser tersebut, Rol3ert juga akan tampil bersama band. Format ini diperkirakan menghadirkan pengalaman musikal yang berbeda dibandingkan penampilan-penampilannya sebelumnya, sekaligus menjadi babak lanjutan dalam perjalanan album debutnya.