Lomba Sihir (Foto: dok. Lomba Sihir)
Lomba Sihir (Foto: dok. Lomba Sihir)

Lomba Sihir Punya Cara agar Band Tetap Berjalan meski Personel Sibuk dengan Proyek Masing-Masing

Agustinus Shindu Alpito • 05 November 2026 11:04
Ringkasnya gini..
  • Lomba Sihir mengakui kesibukan pekerjaan dan proyek pribadi personel menjadi tantangan dalam menjaga aktivitas band.
  • Pembagian tanggung jawab di bidang produksi, keuangan, dan kreatif membuat setiap personel tetap berkontribusi meski tak tampil.
  • Lomba Sihir mengandalkan komunikasi terbuka dan akan menggelar konser terbesar mereka, Ujung Dunia, pada 21 November.
Jakarta: Di tengah pekerjaan, keluarga, dan proyek musik masing-masing, Lomba Sihir mengandalkan pembagian peran serta komunikasi terbuka untuk menjaga band tetap berjalan.

Mempertahankan sebuah band tidak selalu berarti seluruh personel harus hadir dalam setiap kegiatan. Bagi Lomba Sihir, keberlangsungan kelompok musik itu juga ditentukan oleh kontribusi di luar panggung, termasuk pekerjaan kreatif, pengelolaan merek, keuangan, dan persiapan pertunjukan.

Dalam wawancara bersama Shindu’s Scoop, personel Lomba Sihir membicarakan perubahan tanggung jawab sejak band tersebut terbentuk pada masa pandemi. Mereka mengakui bahwa kesibukan masing-masing personel membuat aktivitas sehari-hari tidak selalu bisa dilakukan bersama.

Baskara, misalnya, tidak selalu dapat terlibat dalam kegiatan harian band karena memiliki prioritas lain bersama proyek musiknya. Tristan juga memiliki bisnis dan pekerjaan yang membuat jadwalnya pada hari kerja terbatas.
 
Namun, Lomba Sihir mengatakan bahwa ketidakhadiran seorang personel di panggung tidak otomatis berarti ia kehilangan peran dalam band. Mereka membagi tanggung jawab agar setiap anggota tetap memiliki kontribusi dalam operasional kelompok.

“Porsi sebuah band akan pincang saat kita cuma lihat dari angle produksi musik ataupun panggungan,” ujar drummer Enrico Octaviano.

Ia menjelaskan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab berbeda. Enrico terlibat dalam urusan produksi musik, Rayhan Noor menangani keuangan, sementara anggota lain memiliki porsi dalam pengelolaan merek dan pekerjaan kreatif.

Pembagian tersebut juga berlaku ketika Baskara tidak dapat tampil. Menurut mereka, Baskara tetap memiliki peran dalam aspek kreatif, termasuk pembahasan visual panggung.

“Jadi kita memberikan porsi di belakang panggung juga. Supaya semuanya jadi setara. Semua punya suara walaupun dia nggak ada di panggungan,” imbuh Rayhan.

Lomba Sihir bahkan mengatakan mereka tetap dapat tampil berempat apabila salah satu anggota tidak bisa hadir. Bagi mereka, keputusan tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi terhadap kondisi band saat ini.

Perubahan itu tidak selalu mudah. Enrico mengakui bahwa ketika komposisi panggung berubah, ia harus menyesuaikan diri dengan tanggung jawab musikal yang berbeda, termasuk mengisi bagian vokal yang sebelumnya tidak ia bawakan.
 
Meski demikian, mereka menganggap komunikasi sebagai salah satu cara untuk menghadapi perubahan tersebut. Keputusan mengenai keterlibatan personel, menurut mereka, perlu dibicarakan secara terbuka agar setiap anggota memahami kondisi yang sedang dihadapi.

Lomba Sihir akan menggelar konser Ujung Dunia pada 21 November. Mereka menyebut pertunjukan tersebut sebagai konser terbesar yang pernah mereka selenggarakan sejauh ini.

Simak wawancara eksklusif Lomba Sihir selengkapnya di bawah ini:



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA