Apresiasi untuk AMI Awards
Fadli Zon menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi penyelenggaraan AMI Awards yang telah berlangsung selama hampir tiga dekade. Secara khusus, ia memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Umum Yayasan AMI, Candra Darusman.
“Saya sampaikan apresiasi kepada Yayasan Anugerah Musik Indonesia, seluruh panitia, musisi, semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini hampir tiga dekade,” ujar Fadli Zon, dikutip dari Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) pada Rabu, 4 November 2026.
“Dan AMI Awards telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia, memberi penghargaan atas pencapaian insan musik, sekaligus merekam perkembangan kreativitas bangsa dari masa ke masa,” lanjutnya.
Kenaikan Dana Abadi Kebudayaan
Pada kesempatan itu, Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah telah berkomitmen mendukung penguatan ekosistem musik secara konkret melalui pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan LPDP atau Dana Indonesia Raya.
Fasilitas dana abadi tersebut saat ini telah ditingkatkan dari Rp6 triliun menjadi Rp8 triliun, dengan harapan hasil pemanfaatannya dapat mencapai sekitar Rp500 miliar per tahun.
“Sekarang ini sudah di-top-up lagi dari 6 triliun menjadi 8 triliun, sehingga ke depan pemanfaatannya bisa mencapai sekitar, mudah-mudahan mencapai 500 miliar ya,” kata Fadli Zon.
Pemanfaatan dana ini disalurkan secara inklusif, transparan, dan akuntabel guna menstimulasi pemajuan budaya. Pada tahun 2026, dari sekitar 15.000 proposal yang masuk melalui proses seleksi kompetitif, sebanyak 4.100 karya dan proyek budaya berhasil menerima dukungan pendanaan tersebut.
“Kita berikan secara inklusif, transparan, dan akuntabel kepada para seniman, budayawan, termasuk di dalamnya musisi,” tutur Fadli Zon.
Ia pun berharap Dana Abadi Kebudayaan ini bisa menjadi stimulus untuk pemajuan kebudayaan, termasuk dalam membangun ekosistem musik Indonesia.
Ekosistem Musik dan Keberagaman Bangsa
Kemudian, Fadli Zon menekankan pentingnya membangun ekosistem musik Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan bagi talenta lintas generasi dari seluruh penjuru daerah.
“Kita mempunyai 1.340 etnis, dan tentu di dalamnya ada ekspresi budaya juga, termasuk musik-musik lokal yang saya kira ini juga tercermin dari karya-karya yang ada di dalam AMI Award ini. Kita punya 718 bahasa, mungkin ada sejumlah bahasa yang juga digunakan sebagai bahasa musik di dalam bahasa untuk penyampaiannya,” jelasnya.
Keberagaman tersebut ditegaskan bukan sebagai ancaman, melainkan pemersatu (binding power), sumber identitas bangsa (source of identity), sarana diplomasi budaya (soft power), serta mesin pertumbuhan ekonomi baru (engine of economic growth). Landasan ini berakar pada amanat Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang mewajibkan negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.