Fariz RM.(foto: MI/ M Irfan)
Fariz RM.(foto: MI/ M Irfan)

Begini Tips Menjadi Musisi dari Fariz RM

Triyanisya • 13 September 2014 17:00
medcom.id, Jakarta: Musisi senior, Fariz Rustam Munaf atau Fariz RM menganggap bermusik bukanlah sekedar bernyanyi atau memainkan alat musik dan menghibur orang banyak. Fariz merasa ada tanggung jawab cukup berat yang harus dipikul sebagai musisi.
 
"Jadi musisi saya bilang ini pekerjaan yang menyenangkan. Bisa bikin orang senang, dan pahalanya banyak. Tetapi tanggung jawabnya besar. Kami bawa misi, pesan-pesan bagi masyarakat. Coba lihat lagu-lagu zaman dulu, syairnya tuh sangat dalam. Karena kami menyadari hal itu. Dulu saya belajar dari Broery Marantika dan Bob Tutupoli," terang Fariz RM saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta, Jumat (12/9/2014).
 
Musisi yang pernah merekam album "Sakura" pada 1980 dengan sistem rekam overdubbed (ia memainkan berbagai instrumen seperti drum, kibor, gitar, bas, dan perkusi secara tunggal) ini  pun memberikan masukan kepada para masyarakat yang ingin bermusik.

"Tips saya, kalau ada di antara kalian yang ingin jadi pemusik, jadilah pemusik dengan motivasinya memang senang musik. Sekarang banyak motivasi yang ingin populer. Artinya tidak murni karena mereka senang musik. Banyak sekali yang karena pengin tenar lalu vokalnya direkayasa, diedit pake komputer. Itu kan akan membohongi diri sendiri sebetulnya."
 
"Itu bukanlah jalan yang benar. Kita enggak bisa berbohong selamanya. Satu kali, mungkin kita bisa berbohong. Dua kali, ketiga kali, ketika kita tampil sesungguhnya, kita langsung ketahuan bukan penyanyi. Jangan sampai begitu. Buat saya pribadi, jujurlah, kalo emang mau jadi pemusik. Belajar mendalami ilmu, mau mengetahui lebih dalam, latihan dan sebagainya," ucap Fariz.
 
Musisi yang terkenal lewat lagu "Sakura" dan "Barcelona" di tahun 80-an ini pun mengaku salut dengan musisi-musisi muda Indonesia yang berbakat.
 
"Saya main sama White Shoes, saya main sama The Sigit, saya main sama banyak deh. Semua saya senang. Mereka luar biasa. Raisa misalnya, Efek Rumah Kaca, saya fans habis sama Efek Rumah Kaca. Saya selalu datang kalau mereka main. Banyak sekali. Saya selalu suka sesuatu musik yang baru," ujarnya.
 
Fariz berharap agar orang-orang yang ingin menjadi musisi tidak hanya melihat ketenaran.
 
"Ada tanggung jawab di setiap peran sesederhana apapun. Jangan melihat dengan gampangnya, 'wah dia terkenal enak'. Siapa bilang? Jadi terkenal sama juga jadi penjara. Kita ke mana-mana orang tahu, kita enggak bisa sembuny. Makanya ada orang-orang yang mengantisipasinya dengan cara yang salah. Dia merasa terkenal, dia keluar rumah harus dandan. Kalo saya sih enggak. Mau enggak mandi, ya enggak mandi saja. Tetaplah berpijak pada bumi," tutupnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIT)




TERKAIT

BERITA LAINNYA