Shaggydog, Rebellion Rose, The Glad (Foto: Jeffry)
Shaggydog, Rebellion Rose, The Glad (Foto: Jeffry)

Shaggydog Gandeng Rebellion Rose, The Glad Rayakan Persahabatan Skena Jogja Lewat "Lodse"

Agustinus Shindu Alpito • 22 Juni 2026 18:44
Ringkasnya gini..
  • Shaggydog merayakan 29 tahun perjalanan musik dengan tema BE29AS dan merilis video musik "Lodse" yang mengangkat persahabatan.
  • Kolaborasi Shaggydog, Rebellion Rose, dan The Glad dalam "Lodse" menjadi simbol solidaritas lintas generasi di Jogja.
  • Perayaan ulang tahun ke-29 membawa Shaggydog kembali ke Sayidan, tempat lahirnya perjalanan musik mereka sejak 1997.
Jakarta: Menjelang tiga dekade perjalanan bermusik, Shaggydog merayakan ulang tahunnya yang ke-29 dengan serangkaian kegiatan yang merefleksikan perjalanan panjang mereka sebagai band yang lahir dan tumbuh dari kampung Sayidan, Yogyakarta. Selain menggelar perayaan bersama komunitas terdekat, band yang berdiri sejak 1 Juni 1997 ini juga merilis video musik terbaru untuk lagu "Lodse", hasil kolaborasi bersama Rebellion Rose dan The Glad.
 
Memasuki usia ke-29, Shaggydog melihat fase ini sebagai momentum kedewasaan, baik dalam bermusik maupun menjalani kehidupan. Secara umum, usia 29 tahun kerap dianggap sebagai masa transisi penting sebelum memasuki kepala tiga, ketika seseorang mulai bergerak dari fase eksplorasi menuju pembangunan stabilitas. Bagi Shaggydog, pengalaman tersebut juga tercermin dalam perjalanan mereka sebagai sebuah band.
 
Perayaan tahun ini mengusung tema besar "BE29AS", yang diwujudkan melalui slogan doa bersama: "Sehat, BE29AS, Waras". Tema tersebut berangkat dari filosofi Jawa yang menempatkan kesehatan fisik dan mental sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan.
 
“Arti kata bergas dalam bahasa Jawa adalah sehat, kuat, dan penuh energi secara fisik. Sebuah kata yang menjadi doa dan harapan bagi kita semua, untuk selalu berusaha menjaga semangat dan energi di situasi dunia saat ini,” ungkap Heruwa.

Bagi Shaggydog, makna "bergas" juga tercermin dari konsistensi enam personel utama mereka—Heruwa, Richard, Raymond, Bandizt, Lilik, dan Yoyok—yang tetap bertahan bersama sejak awal berdiri.
 
Sementara itu, kata "waras" dimaknai sebagai kemampuan menjaga kesehatan mental, kejernihan berpikir, serta kestabilan emosi. Di tengah perubahan industri musik yang terus bergerak, Shaggydog meyakini kewarasan menjadi modal penting untuk menjaga kreativitas tetap menyala.
 
Melalui filosofi Jawa "dene utamane manungso iku kudu bergas ing raga lan titi ing rasa", Heruwa menegaskan:
 
“Karena sejatinya, yang terpenting dari hidup itu adalah: sehat, bergas, ditambah waras.”
 
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan tersebut, Shaggydog menggelar acara bertajuk "BE29AS Bersama Milli" di Sayidan, kawasan yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya band ini. Acara yang berlangsung pada 10 Juni 2026 di Milli Sayidan itu menghadirkan berbagai aktivitas seperti bar take over, live sablon bertema BE29AS, hingga pertunjukan musik yang melibatkan Ras Muhamad, Uncle T, Bacill, dan DJ Paws.
 
Perayaan tersebut sekaligus menjadi momen refleksi bagi Shaggydog. Di tengah perjalanan panjang mereka di industri musik nasional, kembali berkumpul bersama komunitas dan kawan-kawan lama di Sayidan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan akar yang membesarkan mereka.
 
Masih dalam semangat perayaan ulang tahun ke-29, Shaggydog juga meluncurkan video musik untuk lagu "Lodse", yang pertama kali dirilis pada 26 Desember 2025. Lagu ini merupakan kolaborasi bersama Rebellion Rose dan The Glad, dan dalam waktu singkat berkembang menjadi semacam anthem persahabatan di skena musik Yogyakarta.
 
Video musik "Lodse" disutradarai oleh Bagus Tikus, sosok yang sebelumnya dikenal lewat berbagai karya bersama musisi dan band seperti Endank Soekamti, Slank, dan Iwan Fals. Bagi Bagus, proyek ini bukan kolaborasi pertamanya dengan Shaggydog, mengingat ia pernah menggarap video musik "Mudik" dan "Di Sayidan" versi keroncong.
 
Proses produksi video musik dilakukan secara intensif dalam waktu kurang dari 24 jam, dengan lokasi utama di Milli Sayidan dan sejumlah titik di Kota Yogyakarta.
 
Secara konsep, video musik "Lodse" berupaya menggambarkan suasana guyub dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas skena musik Yogyakarta, tempat para musisi dari berbagai genre dan generasi dapat berkumpul tanpa sekat.
 
Bagus Tikus menjelaskan bahwa istilah "Lodse" dalam konteks komunitas musik Yogyakarta telah mengalami pergeseran makna.
 
“Lodse sebagai idiom bukan lagi berkonotasi negatif yang biasa diasosiasikan dengan alkohol. Di subkultur musik Jogja, Lodse merupakan sebuah bahasa persahabatan. Di video klip ini kami mencoba menampilkan bagaimana Shaggydog sebagai salah satu band senior di skena musik Jogja, tetap merangkul musisi muda untuk berkarya bersama.”
 
Video musik dibuka dengan adegan Heruwa mengendarai mobil tua ikonik miliknya untuk menjemput Fyan dari Rebellion Rose, serta Hasbi dan Hendi dari The Glad. Perjalanan menyusuri jalanan Yogyakarta itu memperlihatkan berbagai momen keseharian masyarakat yang menonjolkan nilai kebersamaan.
 
Di sisi lain, personel dari Shaggydog, Rebellion Rose, dan The Glad secara bertahap berkumpul di Milli Sayidan. Mereka saling menyapa, bercengkerama, dan menikmati suasana sebelum akhirnya tampil bersama dalam sebuah ruangan dengan pencahayaan sinematik yang intim dan moody.
 
Puncaknya, ketiga band tersebut tampil bersama membawakan "Lodse", memperkuat pesan utama lagu sekaligus video musiknya: persahabatan, solidaritas, dan semangat kolaborasi lintas generasi di skena musik Yogyakarta.
 
Video musik Shaggydog – "Lodse" (Feat. Rebellion Rose & The Glad) kini telah resmi dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Shaggydog, TheDoggyTV.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA