Jakarta: Ruben Onsu mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang menurutnya berkaitan dengan hak dan kepentingan kedua putrinya, Thalia dan Thania.
Ditemani tim kuasa hukumnya, Ruben mengadukan beberapa hal yang dinilai perlu mendapat perhatian lembaga perlindungan anak. Fokus utama yang ingin disampaikan berkaitan dengan hak asuh, pola pengasuhan, hingga aktivitas anak-anak di ruang publik dan media sosial.
Anak-anak Ruben saat ini diasuh oleh Sarwendah yang merupakan mantan istrinya. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menjelaskan bahwa terdapat tiga poin utama yang disampaikan kepada KPAI.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah soal waktu kebersamaan Ruben dengan kedua putrinya yang disebut belum berjalan sesuai kesepakatan. Ruben sebelumnya memiliki hak untuk berkumpul bersama anak-anaknya selama dua hingga tiga hari dalam satu minggu. Namun, menurut pihaknya, pelaksanaan kesepakatan tersebut belum terealisasi secara optimal.
"Ada aturan yang memang bersifat tertulis mengatur dan disepakati 2 sampai 3 hari dalam satu minggu anak-anak ini berkumpul bersama dengan ayahnya. Jadi bukan bertemu, jadi berkumpul 2 hari, 3 hari dengan ayahnya. Ini yang tidak terealisasi dengan berbagai macam alasan dan kondisi," jelas Minola Sebayang di Jakarta.
Selain persoalan akses berkumpul dengan anak, Ruben juga menyampaikan keberatan terkait aktivitas kedua putrinya yang disebut ikut Sarwendah dalam siaran langsung di media sosial pada malam hari. Menurut pihaknya, aktivitas tersebut berpotensi mengganggu waktu istirahat anak.
Minola menilai anak-anak seharusnya memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat, terutama karena masih menjalani aktivitas pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, keterlibatan anak dalam siaran langsung pada jam malam menjadi salah satu hal yang dipertanyakan.
"Ini yang tidak boleh ketika kita melihat anak-anak itu diajak ikut live di malam hari bukan di jam anak-anak yang harusnya anak-anak istirahat karena besok harus sekolah lagi," ucap Minola.
Poin berikutnya yang turut menjadi perhatian adalah dugaan adanya tekanan psikologis yang memengaruhi hubungan anak dengan ayahnya. Ruben mengaku melihat adanya perubahan sikap anak-anak yang dianggap perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Menurut Minola, kliennya khawatir terdapat pengaruh tertentu yang membuat hubungan antara ayah dan anak menjadi kurang harmonis. Dugaan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Ruben memilih membawa persoalan ini ke KPAI.
"Kalau di ruang publik saja mereka tidak sedang segan-segan untuk melakukan sindiran-sindiran, hinaan-hinaan kepada ayah daripada anak kandungnya sendiri, tidak menutup kemungkinan di ruang tertutup hal itu juga sering dilakukan," kata Minola.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan