Lagu “Nafas” diciptakan oleh Hindia dan Dipha Barus, dengan Matter Mos yang turut terlibat dalam penulisan liriknya. Karya ini mengangkat tema besar mengenai trauma antargenerasi.
Makna Lagu “Nafas” - Hindia, Dipha Barus
Lagu “Nafas” karya Dipha Barus dan Hindia menggambarkan pergulatan batin seseorang dalam menghadapi rasa takut, cemas, dan beban pikiran yang kerap membelenggu. Liriknya menuturkan harapan agar tidak dikalahkan oleh kepala maupun tubuh sendiri, sembari berusaha mengurai satu per satu kecemasan yang menghalangi langkah.Lagu ini juga menyentuh sisi reflektif, yakni menyadari pola hidup yang mungkin turun-temurun dari orang tua, lalu memilih untuk memaafkan diri sendiri serta orang lain agar siklus tersebut berhenti. Pada akhirnya, “Nafas” menjadi simbol perjalanan menuju penerimaan, kebebasan batin, dan tekad untuk melanjutkan hidup dengan lebih ringan.
Lirik Lagu “Nafas” - Hindia, Dipha Barus
Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalakuTakut atas hal-hal yang ku tak tahu
Semoga aku tak dikalahkan raga tubuhku
Sakit saat sadar aku tidak terbelenggu
Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku
Menjauh tanpa dengar ceritamu
Semoga tak ku kasih ruang 'tuk kebingunganku
Buang waktu mencari tujuanku
Kuurai satu-satu
Semua takut dan cemasku
Menjadi pemilik tubuhku
Ia 'kan takluk dan berikan jalan
Mudah-mudahan
Aku berperan
Menyambung nafas doa keluargaku
Oh, mudah-mudahan
Semoga aku tak terlalu banyak bicara
Menghukum diri 'tuk sesuatu yang sia-sia
Lupa terapkan saran yang sering kuberikan
Kepada orang lain 'tuk keperluan batin (Oh)
Kadang hidup hanya perlu main-main (Main-main)
Masalah usai semalam, ya tidak mungkin
Tidak tentu sisa hariku diburu perkara
Jangan kuingat hal-hal yang buruk saja
Kuurai satu-satu
Semua takut dan cemasku
Menjadi pemilik tubuhku
Ia 'kan takluk dan berikan jalan
Mudah-mudahan
Aku berperan
Menyambung nafas doa keluargaku
Oh, mudah-mudahan
Mungkin ini semua turun-temurun
Mungkin cara ayah dan ibu besarkan aku
Untuk itu, kumaafkan diriku
Aku maafkan kamu, juga orang tuamu
Sebelum terlambat untuk ku tersadar
Bahwa ini semua siklus yang berputar
Kupunya pilihan untuk melanjutkan
Aku putuskan usai aku berperan
Mudah-mudahan (Mudah-mudahan)
Aku berperan
Menyambung nafas doa keluargaku
Oh, mudah-mudahan (Mudah-mudahan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News