Artwork Lagu 'Nafas' - Hindia, Dipha Barus (Foto: Feransis)
Artwork Lagu 'Nafas' - Hindia, Dipha Barus (Foto: Feransis)

Lirik dan Makna Lagu 'Nafas' Hindia & Dipha Barus, Tentang Memutus Siklus Trauma

Rafi Alvirtyantoro • 25 April 2026 07:27
Ringkasnya gini..
  • Lirik lagu Nafas merupakan karya kolaborasi terbaru dari Hindia dan Dipha Barus yang resmi dirilis pada 24 April 2026.
  • Lagu "Nafas" mengangkat tema generational trauma atau trauma antargenerasi dan perjalanan reflektif dalam memutus siklus luka batin.
  • Penulisan lirik lagu Nafas turut melibatkan Matter Mos untuk menggambarkan perjuangan menghadapi kecemasan dan penerimaan diri.
Jakarta: Penyanyi Hindia resmi merilis lagu kolaborasi dengan disjoki (DJ) Dipha Barus bertajuk “Nafas” pada Jumat, 24 April 2026.
 
Lagu “Nafas” diciptakan oleh Hindia dan Dipha Barus, dengan Matter Mos yang turut terlibat dalam penulisan liriknya. Karya ini mengangkat tema besar mengenai trauma antargenerasi.

Makna Lagu “Nafas” - Hindia, Dipha Barus

Lagu “Nafas” karya Dipha Barus dan Hindia menggambarkan pergulatan batin seseorang dalam menghadapi rasa takut, cemas, dan beban pikiran yang kerap membelenggu. Liriknya menuturkan harapan agar tidak dikalahkan oleh kepala maupun tubuh sendiri, sembari berusaha mengurai satu per satu kecemasan yang menghalangi langkah.
 
Lagu ini juga menyentuh sisi reflektif, yakni menyadari pola hidup yang mungkin turun-temurun dari orang tua, lalu memilih untuk memaafkan diri sendiri serta orang lain agar siklus tersebut berhenti. Pada akhirnya, “Nafas” menjadi simbol perjalanan menuju penerimaan, kebebasan batin, dan tekad untuk melanjutkan hidup dengan lebih ringan.  

Lirik Lagu “Nafas” - Hindia, Dipha Barus

Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku
Takut atas hal-hal yang ku tak tahu
Semoga aku tak dikalahkan raga tubuhku
Sakit saat sadar aku tidak terbelenggu

Semoga aku tak dikalahkan oleh kepalaku
Menjauh tanpa dengar ceritamu
Semoga tak ku kasih ruang 'tuk kebingunganku
Buang waktu mencari tujuanku
 
Kuurai satu-satu
Semua takut dan cemasku
Menjadi pemilik tubuhku
Ia 'kan takluk dan berikan jalan
 
Mudah-mudahan
Aku berperan
Menyambung nafas doa keluargaku
Oh, mudah-mudahan
 
Semoga aku tak terlalu banyak bicara
Menghukum diri 'tuk sesuatu yang sia-sia
Lupa terapkan saran yang sering kuberikan
Kepada orang lain 'tuk keperluan batin (Oh)
 
Kadang hidup hanya perlu main-main (Main-main)
Masalah usai semalam, ya tidak mungkin
Tidak tentu sisa hariku diburu perkara
Jangan kuingat hal-hal yang buruk saja
 
Kuurai satu-satu
Semua takut dan cemasku
Menjadi pemilik tubuhku
Ia 'kan takluk dan berikan jalan
 
Mudah-mudahan
Aku berperan
Menyambung nafas doa keluargaku
Oh, mudah-mudahan
 
Mungkin ini semua turun-temurun
Mungkin cara ayah dan ibu besarkan aku
Untuk itu, kumaafkan diriku
Aku maafkan kamu, juga orang tuamu
 
Sebelum terlambat untuk ku tersadar
Bahwa ini semua siklus yang berputar
Kupunya pilihan untuk melanjutkan
Aku putuskan usai aku berperan
 
Mudah-mudahan (Mudah-mudahan)
Aku berperan
Menyambung nafas doa keluargaku
Oh, mudah-mudahan (Mudah-mudahan)
 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA