Instagram @pagelaransabangmarauke
Instagram @pagelaransabangmarauke

Pagelaran Sabang Merauke 2026 Tampilkan Peran Perempuan dalam Budaya Indonesia

Elang Riki Yanuar • 24 April 2026 22:32
Ringkasnya gini..
  • Pagelaran Sabang Merauke 2026 hadir di Indonesia Arena dengan tema Hikayat Srikandi Nusantara yang menyoroti peran perempuan.
  • Pertunjukan ini memadukan tari, musik, dan teater untuk mengangkat keberanian serta kontribusi perempuan dalam budaya Nusantara.
  • Sejak 2022, Pagelaran Sabang Merauke terus berkembang hingga menarik 28 ribu penonton dan melibatkan 1.500 pelaku seni.
Jakarta: Pagelaran Sabang Merauke akan kembali digelar pada 2026 dengan skala yang lebih besar dan konsep yang semakin berkembang. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, kawasan Senayan, Jakarta.
 
Tahun ini, pagelaran mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara. Tema tersebut menyoroti sosok perempuan dalam berbagai cerita rakyat Indonesia yang sarat makna, sekaligus menjadi refleksi atas peran penting perempuan dalam membentuk identitas dan narasi budaya Nusantara.
 
Melalui tema ini, pertunjukan tidak hanya menghadirkan kisah-kisah inspiratif, tetapi juga menampilkan nilai keberanian, keteguhan hati, serta kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial. Seluruh pesan tersebut dikemas dalam pertunjukan artistik yang memadukan tari, musik, dan teater dalam satu panggung megah.

Pendekatan ini membuat setiap adegan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana penyampaian pesan budaya yang relevan bagi generasi masa kini. Penonton diajak menikmati pertunjukan sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan dari berbagai daerah di Indonesia.
Diselenggarakan oleh iForte, Pagelaran Sabang Merauke dikenal sebagai produksi seni berskala nasional yang melibatkan ratusan hingga ribuan pelaku seni dari berbagai daerah. Keunikan acara ini terletak pada kemampuannya menghadirkan kekayaan budaya Indonesia dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan nilai tradisional sebagai akar utamanya.
 
Beragam unsur budaya daerah dirangkai dalam satu panggung yang dinamis, menciptakan pengalaman pertunjukan yang mendalam dan tetap dekat dengan penonton masa kini. Hal inilah yang membuat pagelaran ini terus mendapat perhatian dari masyarakat luas.
 
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Pagelaran Sabang Merauke juga berkembang sebagai ekosistem kreatif yang terbuka dan berkelanjutan. Generasi muda dilibatkan sejak awal melalui berbagai proses seperti audisi, kompetisi tari, hingga keterlibatan langsung dalam produksi acara.
 
Dengan cara ini, pagelaran tidak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga wadah kolaborasi lintas generasi yang mempertemukan seniman, penari, pemusik, dan masyarakat dalam satu perjalanan kreatif yang hidup dan dinamis.
 
Pagelaran ini pertama kali digelar pada 2022 dan terus menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi produksi maupun jumlah penonton. Awalnya, acara digelar pada Maret 2022 di Candi Prambanan dengan melibatkan 200 pelaku seni dan sekitar 400 penonton undangan.
 
Pada Juni 2022, pertunjukan berlanjut di Djakarta Theatre dengan jumlah penonton meningkat menjadi 3.500 orang. Kemudian pada November 2022, tema Ibu Pertiwi dipentaskan di Ciputra Artpreneur dan berhasil menarik sekitar 7.000 penonton.
Memasuki 2023, skala produksi semakin besar lewat tema Pahlawan Nusantara yang dipentaskan di JIEXPO Theatre. Pertunjukan ini melibatkan 300 pelaku seni dan disaksikan oleh sekitar 10.000 penonton.
 
Pada 2024, tema yang sama kembali diangkat dengan peningkatan jumlah pelaku seni hingga mencapai 600 orang. Puncaknya terjadi pada 2025 saat tema Hikayat Nusantara digelar di Indonesia Arena dengan melibatkan sekitar 1.500 pelaku seni dan berhasil menarik total 28.000 penonton.
 
Melihat perjalanan tersebut, Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya menunjukkan konsistensinya sebagai ruang ekspresi budaya yang terus berkembang. Kehadirannya kembali pada 2026 menjadi bukti bahwa pertunjukan ini terus hidup, relevan, dan menjadi wadah bagi generasi baru untuk mengenal serta merayakan warisan budaya Indonesia.
 
(Maiza Jasmine A.R)
 

 

 

 
   
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA