Berbeda dari lagu patah hati pada umumnya, "Memeluk Sekali Lagi" tidak hanya mengangkat rasa sedih karena seseorang telah pergi. Stephjaksel ingin menghadirkan perspektif bahwa setiap kegagalan dalam hidup dapat menjadi titik awal untuk memperbaiki diri dan melangkah ke masa depan.
Inspirasi lagu ini lahir dari pengalaman pribadi sang penyanyi yang pernah mengalami kegagalan dalam kehidupan rumah tangga. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan menjadi karya yang diharapkan mampu menemani pendengar yang sedang berada di fase sulit.
“Sepenggal kalimat yang menjadi judul lagu Memeluk Sekali Lagi sebenarnya relate sekali dengan hidup saya dan mungkin banyak orang. Di mana saya gagal dalam berumah tangga. Lagu ini, seakan menjadi pintu untuk memutar waktu lagi ke awal. Kembali ke titik di mana mungkin bisa memperbaiki keadaan, mengambil keputusan bisa lebih baik dan juga melakukan hal-hal yang dulu sempat tidak sempat saya lakukan,” jelas Stephanie.
Stephjaksel ingin lagu ini menjadi wadah untuk mengungkapkan perasaan dan memberi kekuatan bagi siapa saja yang merasa hidupnya pernah mengalami kegagalan. Menurutnya, setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk memulai kembali.
Dalam proses kreatifnya, Stephjaksel bekerja sama dengan Nur Satriatama atau Satrio Alexa sebagai penulis lagu sekaligus produser. Pertemuan keduanya disebut menjadi momen penting yang mempertemukan sebuah lagu dengan penyanyi yang memiliki pengalaman hidup selaras dengan cerita di dalamnya.
Musisi yang dikenal lewat perjalanan karier bersama Alexa dan Maliq & D'Essentials itu mengaku sejak awal telah menulis lagu tersebut untuk sosok penyanyi yang sedang berada dalam fase kehilangan.
"Lagu ini memang sudah gue tulis untuk sosok penyanyi yang memang sedang dilanda kehilangan. Dan takdir mempertemukan gue dengan Stephanie, yang memang sedang ada di fase gelap. Gue merasa, ikatan ini yang akhirnya menjadikan lagu ini, gue persembahkan untuk Stephanie," ungkap Satrio.
Satria memilih lagu berdurasi lambat dengan tempo 60 BPM dan lebih mengedepankan kekuatan lirik, melodi, dan penyampaian vokal dibandingkan produksi musik yang berlebihan. Pendekatan tersebut dipilih agar pesan yang ingin disampaikan dapat lebih mudah diterima pendengar.
"Lewat lagu, pesan hidup bisa disampaikan. Lagu kadang bisa menjadi pelecut semangat hidup pendengarnya. Jujur, lagu ini menyiratkan pesan, bahwa orang yang gagal, hanya perlu didengar dan dipahami, untuk kembali hidup secara utuh,” tutup Stephanie.
Baca Juga :
Lirik dan Makna "Look at My Life" - Gracie Abrams, Luka di Balik Kesuksesan
Tentang Stephjaksel
Stephjaksel adalah nama panggung dari Stephanie, penyanyi kelahiran Bandung, 30 Januari 1990. Ketertarikannya pada musik telah tumbuh sejak usia dini dan diasah melalui pendidikan musik di Purwacaraka, Yamaha Music, dan Farabi.Setelah menyelesaikan pendidikan di SMAK 2 BPK Penabur Bandung, Stephanie melanjutkan studi D4 di Taylor's University, Selangor, Malaysia. Pengalaman hidup dan perjalanan personal yang ia jalani kemudian menjadi sumber inspirasi utama dalam karya-karyanya.
Perjalanan bermusiknya tidak selalu berjalan mudah. Di tengah proses berkarya, Stephjaksel pernah mengalami kecelakaan dan didiagnosis tumor otak. Dukungan dari keluarga, tim produksi, serta Nur Satriatama sebagai produser menjadi faktor penting yang membuatnya tetap melanjutkan perjalanan kreatifnya.
Bagi Stephjaksel, musik bukan hanya sarana berekspresi, tetapi juga menjadi ruang pemulihan dan cara untuk mengubah pengalaman hidup menjadi karya yang dapat terhubung dengan banyak orang.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda