Video musik “Sipata Marsali” - Gerhana Trio (Foto: YouTube ARG RECORD OFFICIAL)
Video musik “Sipata Marsali” - Gerhana Trio (Foto: YouTube ARG RECORD OFFICIAL)

Lirik dan Makna Lagu Batak "Sipata Marsali" - Gerhana Trio, Kisah Perjuangan Merantau

Elang Riki Yanuar • 10 Mei 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Sipata Marsali dari Gerhana Trio menggambarkan perjuangan ayah merantau demi masa depan dan pendidikan anaknya.
  • Lagu Batak Sipata Marsali viral karena kisah keluarga perantau yang penuh rindu dan pengorbanan orang tua.
  • Makna lagu Sipata Marsali menyentuh tentang kesepian keluarga yang ditinggal merantau demi ekonomi.
Jakarta: “Sipata Marsali” merupakan salah satu lagu Batak yang dipopulerkan oleh grup musik Gerhana Trio pada bulan Agustus 2023. Aslinya, lagu ini diciptakan oleh musisi senior Much Simanjuntak.
 
Dalam bahasa Batak, “sipata marsali” secara harfiah berarti kadang-kadang meminjam. Frasa ini kurang lebih merujuk pada sosok yang pergi merantau demi mencari kehidupan yang lebih baik. 
 
Karena tema keluarga dan perantauannya sangat emosional, lagu ini cukup populer di kalangan pendengar lagu Batak dan sering dipakai di acara keluarga maupun konten media sosial.

Makna Lagu Batak “Sipata Marsali” - Gerhana Trio

Lagu “Sipata Marsali” menggambarkan kisah sedih sebuah keluarga yang harus terpisah karena tuntutan ekonomi. Sosok ayah memilih merantau demi membiayai pendidikan dan masa depan anaknya, meski harus menahan rindu dan jauh dari keluarga tercinta. Lagu ini menunjukkan besarnya pengorbanan orang tua demi kehidupan yang lebih baik.
 
Di sisi lain, lagu ini juga memperlihatkan kesedihan anak dan keluarga yang ditinggalkan. Mereka merasa kesepian dan berharap sang ayah bisa kembali pulang karena kehadirannya dianggap lebih berharga daripada materi. Nuansa haru dalam lagu ini membuat “Sipata Marsali” begitu dekat dengan kehidupan banyak keluarga perantau.

Lirik dan Terjemahan Lagu Batak “Sipata Marsali” - Gerhana Trio

Nunga hutaon mangadis gogo anakku
(Aku sudah melihat perjuanganmu, anakku)

Sipata marsali au amang
(Aku seorang perantau, Ayah)
 
Marsiak bagi au patukkon sikolami
(Aku bekerja keras demi membiayai sekolahmu)
 
Anggiat sahat ho tu pinarsita mi
(Agar kau bisa meraih cita-citamu)
 
Tukkis doi sude naung adong i naujui
(Itulah tujuan dari semua yang kulakukan)
 
Unang tarlalap ho di nadao o tondikku
(Jangan terlalu larut dalam kesedihan di kejauhan sana, jiwaku)
 
Ingot mandulo au amang
(Ingatlah aku, Ayah)
 
Sahat do baritam tusipareonki
(Kabarku telah sampai kepada kampung halamanku)
 
Naung dapot ngolu ho amang di nadao
(Bahwa kau sudah mendapat kehidupan di perantauan, Ayah)
 
Alai dang i amang rikkot di au
(Tetapi itu tidak cukup bagiku, Ayah)
 
Haroromi do mangobati lungunkon
(Kehadiranmulah yang mengobati kesedihanku)
 
Nungnga lam posa amang parsahitonki tondikku
(Sudah terlalu lama hatiku menanggung penderitaan, Ayah)
 
Natinaruhon mangan nama au di podomanki
(Aku hanya bisa makan dan tidur dalam kesendirian)
 
Nunga lam sudut amang
(Sudah terlalu hancur, Ayah)
 
Mataniariki mate so mate nama inang mon di lage naburuk on
(Aku takut ibu meninggal dalam keadaan menyedihkan seperti ini)
 
Atik dia ngoluki tung romaho amang
(Apa arti hidupku jika begini terus, Ayah)
 
Unang apala hobar jabuon manutup matakon
(Jangan sampai kabar duka yang pulang menutup mataku untuk selamanya)
 

 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA