"Arranger, penata musik. Pada akhirnya dia solo tidak gabung Dewa, jadi dia sendiri," kata Bens Leo, pengamat musik sekaligus rekan Erwin Prasetya dihubungi Medcom.id melalui sambungan telepon, Sabtu 2 Mei 2020.
Bens Leo menjelaskan, Erwin Prasetya juga banyak mengerjakan musik untuk iklan. Dia juga sempat kembali ke Jakarta tiga tahun lalu.
"Di sini ada pekerjaan membuat aransemen, menciptakan lagu, bikin lagu iklan," terang Bens Leo.
Dewa 19 banyak menelurkan lagu-lagu populer semasa Erwin Prasetya berperan sebagai bassist Dewa 19 di album rilisan 1992 hingga 2002. Beberapa singel populer antara lain Misteri Ilahi, Kirana, Restu Bumi, Kamulah Satu-satunya, dan Sebelum Kau Terlelap.
Lepas dari Dewa 19, Erwin Prasetya bergabung dengan TIC Band sekaligus sebagai produser dan komposer musik. Erwin juga pernah membantu Ian Protonema, KLa Project, dan Nina Tamam. Erwin Prasetya juga pernah bergabung dengan EVO Band dan Matadewa.
Erwin Prasetya meninggal dunia pada Sabtu subuh, 2 Mei 2020 karena pendarahan di lambung. Erwin Prasetya sempat dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat sejak Kamis dini hari setelah diketahui mengalami batuk berdahak hitam.
Jenazah Erwin Prasetya tengah dalam perjalanan darat menggunakan ambulans, diantar istri dan ketiga anaknya menuju Surabaya. Rencananya, jenazah Erwin Prasetya dimakamkan di makam keluarga TPU Keputih Surabaya, Jawa Timur petang hari ini setelah disalatkan. Erwin Prasetya meninggal dunia dalam usia 48 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News