Sesuai tradisi yang berlaku sejak awal. Negara yang memenangi Eurovision berhak menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang tersebut pada tahun berikutnya. Kontes yang berdiri sejak 1956 di Swiss telah menjadi ajang perayaan budaya bagi warga Eropa setelah perang dunia ke-II.
Baca Juga :
Michael B. Jordan dan RAYE Dirumorkan Pacaran
Latar Belakang Aturan Baru Eurovision
Dalam beberapa tahun belakangan, penetapan lokasi kontes Eurovision menjadi isu hangat. Pasalnya, khususnya terkait keterlibatan negara yang sedang berkonflik. Hal ini mengemuka setelah Israel menduduki posisi juara dua selama dua tahun berturut-turut. Hal tersebut memicu kekhawatiran dari pihak pengelola kontes jika Israel memenangkan Eurovision. Di sisi lain, Protes negara-negara yang berkompetisi di Eurovision, seperti Spanyol dan Irlandia melakukan aksi boikot terhadap Israel yang masuk ke dalam ajang tersebut.Ukraina juga menjadi salah satu negara yang terkena dampak dari aturan terbaru Eurovision. Negara tersebut sedang dilanda konflik bersenjata sejak tahun 2022. Pada tahun yang sama, Ukraina sempat menjuarai Eurovision melalui penampilan grup bernama Kalush Orchestra. Kemenangan tersebut tidak luput dari aksi dukungan publik terhadap Ukraina saat dilanda konflik. Akan tetapi, perhelatan Eurovision di Kyiv, Ukraina batal setelah melalui proses pertimbangan dari pihak pengelola kontes. Inggris menggantikan Ukraina sebagai tuan rumah pada ajang tahun berikutnya. Dari peristiwa tersebut, pihak pengelola akhirnya meresmikan aturan tuan rumah bagi negara yang sedang berperang baru-baru ini.
Aturan Batas Usia dan Musik latar
Selain regulasi tuan rumah, Eurovision juga menetapkan aturan batasan usia minimum. Batas usia berubah yang sebelumnya 16 tahun kini menjadi 18 tahun. Selain itu, regulasi baru mengatur penggunaan musik latar atau backing track. Sejak 1999, penggunaan instrumen musik secara langsung dilarang, hanya penyanyi utama yang tampil secara langsung.Rangkaian peraturan tersebut akan berlaku tahun depan. “Klarifikasi ini dimaksudkan untuk melindungi integritas setiap penampilan dan memastikan penonton mendengar suara utama pada setiap lagu yang dibawakan secara langsung”, ujar perwakilan dari EBU, pihak penyelenggara Eurovision, dalam pernyataannya kepada BBC pada 12 Agustus 2026. Perubahan yang dilakukan oleh Eurovision. Perubahan aturan yang dilakukan Eurovision memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan integritas kontes Eurovision.
Baca Juga :
Rose Ikut Kecewa dengan Perayaan 10 Tahun Blacpink, Minta Maaf ke BLINK
(Nur Aldianysyah Amirulloh)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda