Elephant Kind (Foto: dok. Elephant Kind)
Elephant Kind (Foto: dok. Elephant Kind)

Elephant Kind Blak-blakan Alasan Kembali ke Indonesia setelah 3 Tahun di Inggris

Agustinus Shindu Alpito • 10 Juni 2026 14:22
Ringkasnya gini..
  • Elephant Kind mengaku datang ke London dengan harapan besar, namun justru menemukan label yang belum terbentuk dan arah karier yang tak jelas.
  • Bam mengenang konflik panas dengan A&R label Inggris yang sempat membuatnya emosi hingga nyaris berujung konfrontasi fisik.
  • Setelah pulang ke Jakarta, Elephant Kind akhirnya merampungkan album More Time dan mendapatkan kembali kendali penuh atas musik mereka.
Jakarta: Bagi sebagian orang, kepulangan Elephant Kind dari London pada 2024 terasa seperti cerita yang belum selesai. Band indie pop Jakarta ini sempat bertolak ke Inggris, bekerja sama dengan sebuah label untuk bersama-sama menyemai karier. Namun, tiga tahun di sana justru menyisakan cerita soal kontrak yang membelenggu dan label yang tak sejalan.
 
"Well, we were kids, man. I mean, to think of it — it was like 5 years ago, 6 years ago. We were kind of kids. I don't know how to read contracts, bro," ujar Bam dalam wawancara eksklusif Shindu's Scoop. "Kayak banyak yang di kontrak yang akhirnya gue kayak — oh shit. It's like, the revelation-nya baru ada pas udah selesai."
 
Lebih parah lagi, saat Bam, Bayu (drum), dan Kevin (bas/gitar) tiba di London pada Maret 2022, tim label yang dijanjikan ternyata belum dibentuk sama sekali. Ini membuat mereka kurang mendapat visi yang jelas dari proyek ini.
 
"There wasn't even a record label sampai kita nyampe sana. Kita nyampe sana gak ada record label dibikinin buat Elephant Kind. Dan akhirnya timnya dibikinin," kata Bam.

Puncak frustrasi mereka bermuara pada perseteruan dengan A&R label yang hampir berujung adu fisik. Bam mengenang bagaimana sang A&R terus menekan mereka untuk bekerja lebih keras, bahkan mengusulkan untuk mengganti posisi Bayu dengan session drummer lain.
 
"Dia bilang ke gue, 'You should work harder than this,'" kenang Bam, suaranya masih terasa berat saat menceritakan ulang momen itu. "Gue ke kamar mandi, dia bilang, 'Sorry kenapa lo ke kamar mandi, lo emosi ya?' Gue bilang, 'Kalau gue gak ke kamar mandi, gue udah gampar lo sekarang."
 
Kepulangan Elephant Kind ke Jakarta akhirnya menjadi berkah terselubung. Keluar dari lingkaran yang tak sejalan, Elephant Kind justru berhasil merampungkan album More Time, album yang sebagian besar materinya mereka matangkan di London.
 
"Apa yang seharusnya kami lakukan bersama label itu dalam 3 tahun terakhir, akhirnya bisa kami lakukan sendiri sekarang karena kami punya otoritas penuh," tegas Bayu.
 
Simak cerita perjalanan Elephant Kind bergumul di industri musik sepenuhnya dalam program pengarsipan musik Shindu's Scoop di bawah ini:
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA