YG Entertainment mengumumkan bahwa mini album ini sukses terjual sebanyak 1,46 juta kopi hanya dalam kurun waktu 24 jam. Sementara itu Hanteo Chart melaporkan, angka yang lebih spesifik, penjualan album DEADLINE berhasil menyentuh angka 1.461.785 kopi.
“Rekor ini tidak hanya menandai penjualan hari pertama tertinggi (BLACKPINK), tetapi juga mencetak rekor baru untuk girl group K-pop mana pun,” ungkap pihak YG Entertainment, dikutip dari Yonhap pada Senin, 2 Maret 2026.
DEADLINE menjadi rilisan grup pertama setelah BLACKPINK menjalani hiatus selama empat tahun, periode di mana para member fokus pada proyek solo masing-masing.
Album ini sekaligus menandai comeback-nya Jennie, Jisoo, Rosé, dan Lisa sebagai satu kesatuan sejak kesuksesan album studio kedua, Born Pink (2022), yang sempat memuncaki tangga lagu Billboard 200 AS.
Kembalinya sang "Queen of K-Pop" ini pun langsung disambut antusiasme oleh para BLINK (sebutan fans BLACKPINK). Album ini debut di posisi No. 1 iTunes Top Albums di 32 negara, mempertegas daya jangkau global kuartet tersebut.
Daya tarik utama dari mini album DEADLINE terletak pada jajaran produser dan komposernya yang bertabur bintang internasional. Produser pemenang Grammy, Teddy Park, kembali memegang kendali produksi bekerja sama dengan Cirkut (Henry Walter).
Menariknya, keempat member: Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa turut terlibat sebagai komposer untuk lagu “Go”.
Nama besar lain yang ikut tercantum dalam kredit komposer adalah Chris Martin, vokalis band Coldplay.
Selain itu, ada pula Danny Chung dari Saja Boys K-Pop Demon Hunters yang turut berkontribusi dalam proses kreatifnya.
Dengan pencapaian ini, BLACKPINK tak hanya menandai comeback yang solid, tetapi juga kembali menetapkan standar baru bagi girl group K-pop di kancah global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News