Will Hyde
Will Hyde

Eksklusif: Will Hyde Yakin AI Bisa Bikin Lagu jadi Lebih Bagus

Agustinus Shindu Alpito • 13 Maret 2026 13:21
Ringkasnya gini..
  • Menurutnya, teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas lagu seseorang jika dasarnya sudah bagus.
  • Will Hyde pun menilai bahwa diskursus tentang penggunaan AI seolah-olah “memaksa” publik untuk memihak salah satu sisi.
  • Dalam konteks AI, ia merasa bahwa ini bisa berubah menjadi sesuatu yang menakutkan atau mampu beradaptasi di masa depan.
Jakarta: Musisi asal Australia, Will Hyde, mengungkap pendapatnya terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) di industri musik. Menurutnya, teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas lagu seseorang jika dasarnya sudah bagus. 
 
Hal tersebut diungkap oleh Will lewat wawancara eksklusif bersama Medcom. Ia menyebut bahwa kehadiran setiap teknologi baru membutuhkan waktu adaptasi agar bisa diterima oleh masyarakat. 
 
“Wow, pertanyaannya bagus banget. Aku seneng kamu nanyain itu karena, menurutku, tiap perubahan baru pasti butuh waktu buat diterima,” tutur Will. 
   

Tidak Takut dengan Kehadiran AI

Sebagai pekerja di industri kreatif, Will Hyde menegaskan bahwa ia tidak takut dengan kehadiran AI. Baginya, teknologi itu hanya akan membantu dan mendukung mereka yang telah menggeluti musik sejak lama. 

“Aku tau ada banyak opini yang bilang kalo AI itu sesuatu yang harus kita takutin sebagai pekerja kreatif. Aku gak merasa begitu. Aku percaya kalo kamu udah bikin musik dari lama, AI cuman akan membantu dan mendukung kamu buat bikin musik yang lebih bagus,” akuinya kepada Medcom. 
 
Ia pun memberikan contoh tentang keterbatasannya dalam bermain alat musik. Will merasa terbantu dengan kemampuan AI untuk menambal kekurangannya di bidang tersebut. Kemudian, ia tinggal menjahit seluruh hasil yang telah dibuat oleh kecerdasan buatan tersebut. 
 
“Ada beberapa instrumen yang gak bisa aku mainin. Dan sekarang, setelah bisa pakai berbagai bagian dari versi AI yang berbeda-beda dan bereksperimen dengan itu, terus minta orang lain buat memainkannya, menurutku itu sangat melegakan sebagai seorang musisi,” ucap musisi itu.
Dorong Publik untuk Beradaptasi
 
Meski demikian, musisi asal Melbourne ini tetap sadar bahwa ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan pemanfaatan kecerdasan buatan di industri musik. Namun, ia tetap mendorong mereka untuk beradaptasi dan menerima tren-tren ini. Sama halnya dengan kehadiran TikTok, Musically, dan Itunes.
 
“Jadi, aku, sih, mikirnya AI, tuh, punya pengaruh positif aja. Cuman, kita juga harus, sama kayak hal-hal lain, berhati-hati dalam menggunakannya,” ungkap Will Hyde.
 
Sambungnya, “Dan orang-orang harus tau kalo mereka lagi dengerin artis AI.”
 
Will Hyde pun menilai bahwa diskursus tentang penggunaan AI seolah-olah “memaksa” publik untuk memihak salah satu sisi. Namun, ia tetap mendorong publik untuk mengubah perspektif soal teknologi ini. 
 
Musisi Australia ini juga yakin bahwa jika publik mengubah cara mereka dalam melihat sesuatu, sesuatu yang mereka lihat juga akan berubah. Dalam konteks AI, ia merasa bahwa ini bisa berubah menjadi sesuatu yang menakutkan atau mampu beradaptasi di masa depan.
 
“Dan ya, aku benar-benar berpikir kalo kita harus menerimanya. Kalo kamu benar-benar jago dalam membuat musik, aku yakin hal itu justru bakal bikin musik kamu jadi lebih baik lagi,” pungkasnya.
 

Tentang Will Hyde

Will Hyde merupakan musisi asal Melbourne, Australia yang telah dikenal dengan penulisan lagu yang emosional dan kolaborasi besar di Asia Tenggara. Musiknya pernah bertahan 8 minggu di Thailand Viral Chart dan masuk Apple Music Korea Top 100. Karyanya pun diakui oleh Bang Chan dari grup K-Pop Stray Kids.
 
Beberapa kolaborator sebelumnya adalah YEW, YENTED, MRCH, Keenan Te, Patrick Brasca, Peder Elias, Elijah Woods, Øneheart, dan Flawed Mangoes.
 
Kali ini, ia berkolaborasi dengan Stephanie Poetri dalam lagu “better without me.” yang merupakan gabungan antara indie-pop Asia Tenggara dan alt-pop global. Secara sonik, lagu ini selaras dengan keintiman hangat khas Keshi, d4vd, Jeremy Zucker, kehangatan melodi dari LANY dan Lauv, serta tekstur atmosferik ala Øneheart dan Joji.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA