Whisnu Santika saat sesi konperensi pers di Shamrock, Jakarta. (Foto: Medcom)
Whisnu Santika saat sesi konperensi pers di Shamrock, Jakarta. (Foto: Medcom)

Sisi Lain Whisnu Santika di Album Terbaru Map of Feelings

Agustinus Shindu Alpito • 26 Agustus 2026 23:23
Ringkasnya gini..
  • Whisnu Santika rilis album debut Map of Feelings dengan pendekatan personal yang kaya emosi dan lirik mendalam.
  • Album ini menggandeng 9 kolaborator lintas genre, seperti Ari Lesmana hingga Rossa, plus bonus track bersama Tiara Andini.
  • Melalui karya terbarunya, Whisnu ingin mendobrak stereotip musik elektronik dan menjangkau pendengar yang lebih luas.
Jakarta: Musik elektronik kerap diidentikkan dengan nuansa pesta, pesta pora, dan energi pesta dansa yang bergemuruh. Namun, produser sekaligus disc jockey (DJ) Whisnu Santika memilih arah yang berbeda melalui album debutnya yang bertajuk Map of Feelings.
 
Lewat album ini, Whisnu membuka sisi lain dirinya yang lebih personal. Narasi, cerita, dan emosi disalurkan secara mendalam melalui penyajian lirik pada tiap treknya. Peluncuran album tersebut disampaikan langsung oleh Whisnu dalam konferensi pers bersama para kolaborator pada Rabu (26/8).
 
“Sejak 2012 aku sudah mulai nge-DJ. Sampai akhirnya ada momen untuk menciptakan sesuatu yang baru. Aku tidak berpindah genre, tetapi hanya ingin menunjukkan sisi lain dari seorang Whisnu Santika,” ujar Whisnu saat menjelaskan latar belakang albumnya.

Kolaborasi Sembilan Warna Vokal

Untuk menerjemahkan pesan dalam album ini, Whisnu menggandeng sembilan kolaborator berkarakter kuat, yakni Ari Lesmana, Enau, Judika, Ifan Seventeen, Nuca, Rossa, Maul Ibrahim (Perunggu), dan Fanny Soegi. Masing-masing membawa warna vokal yang khas, membaur dengan instrumen elektronik unik ala Whisnu Santika.
 
“Para kolaborator memiliki karakter dan warna vokal yang sangat kuat. Karena lagu-lagu di album ini dominan bercerita tentang perasaan, aku membutuhkan mereka untuk menyalurkan rasa dan 'nyawa' dari setiap lagu,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, Whisnu juga menyiapkan bonus track berkolaborasi dengan Tiara Andini yang dijadwalkan rilis pada 11 September mendatang sebagai pelengkap rangkaian album debutnya.

Menembus Batas Genre dan Stereotip


Bagi Whisnu, musik dansa tidak boleh terbatasi oleh definisi genre semata. Musik adalah media yang dinamis untuk menyampaikan pesan. Melalui Map of Feelings, ia memposisikan diri sebagai pencerita yang menjadikan lirik sebagai bahasa utama.
 
Langkah ini sekaligus menjadi upaya Whisnu untuk menjangkau pendengar yang lebih luas, termasuk mereka yang belum familiar dengan musik elektronik. Ia ingin mengikis stereotip negatif yang selama ini kerap melekat pada genre dance music.
 
“Visi misinya adalah bagaimana membuat kolam dance music ini menjadi lebih besar. Kadang aku merasa genre ini masih 'dianaktirikan' karena adanya stereotip tertentu,” ungkap Whisnu.
 
Ia mencontohkan salah satu pengalaman kurang menyenangkan saat hendak tampil di sebuah acara daerah. “Pernah ada kejadian festival di Palembang, pihak promotor memberi tahu bahwa aku tidak bisa tampil karena regulasi pemerintah daerah setempat terkait pertunjukan DJ,” tambahnya.
 
Melalui Map of Feelings, Whisnu berharap dapat mendobrak batasan tersebut dan membuktikan bahwa musik elektronik memiliki ruang ekspresi yang inklusif dan mendalam. Album Map of Feelings saat ini  dapat didengarkan di berbagai platform musik digital pada 27 Agustus.
 

Baca Juga :

Naskah Asli Film Berbagi Suami Dilelang untuk Korban Gempa NTT
 

 

(Nur Aldiansyah Amirulloh)


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA