medcom.id, Jakarta: Jika membicarakan Musikimia, hampir pasti membicarakan Padi. Tiga personel Padi, yaitu Yoyok, Rindra, dan Fadly, memulai proyek Musikimia ketika Padi vakum.
Ketiganya kemudian bergabung dengan Stephan Santoso, orang yang pernah membantu proses mixing dan mastering beberapa album Padi.
Sang vokalis, Fadly, tidak ambil pusing jika band barunya selalu dikait-kaitkan dengan Padi.
"Manusiawi banget orang membandingkan. Orang membandingkan, wajar. Tinggal kita bagaimana melihatnya. Saya ingin berkarya terus dengan bekerja sama dengan orang-orang luar biasa yang berdedikasi besar di musik," kata Fadly, saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Bagi Musikimia, hal yang lebih penting bagi mereka adalah proses berkarya dan terus berdedikasi di dunia musik.
Saat ini, grup yang dibentuk pada 17 Agustus 2012 itu tengah sibuk mempersiapkan album bertajuk Intersisi, yang akan rilis pada Januari 2016.
"Kita tidak mau melawan takdir. Saya tidak berjuang melawan identitas yang saya punya (Padi). Fokus kita di state of art. Kita melihat dedikasi kita di musik. Fokus kita kalau seorang seniman enggak berkarya, enggak layak disebut seniman karena enggak punya karya," tegas Fadly.
Soal musikalitas Musikimia yang turut dibandingkan dengan Padi, sang bassist Rindra menanggapinya secara bijaksana.
"Kalau beda atau enggak, itu subyektif. Lempar lagi ke mereka (pendengar). Positifnya, dari semua itu mereka semangat," ujar Rindra.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan