Jonatha Kuo (Foto: Medcom/Kumara)
Jonatha Kuo (Foto: Medcom/Kumara)

Jonathan Kuo, Pianis Muda Indonesia yang Mendunia

Hiburan Jonathan Kuo
Kumara Anggita • 30 Juni 2019 11:00
Jakarta: Di usia muda, Jonathan Kuo telah membanggakan Indonesia dengan kelihaiannya dalam memainkan piano. Jonathan yang berusia 16 tahun telah terpilih sebagai pemain piano klasik di dunia dan menyumbangkan banyak prestasi untuk negara kita.
 
Dimulai dari meraih gelar juara III Indonesia Steinway Youth Piano Competition (2012) kategori telentum A (usia di bawah 10 tahun), juara II serta penghargaan khusus untuk penampilan Marzuka terbaik di 5th ASEAN International Chopin Piano Competition di Kuala Lumpur, Malaysia.
 
Terus berlanjut di Juara III Kawai Asia international Piano Competition (2015) kategori talentum C. Prestasi terakhir yanh dia raih adalah "Concerto Encouragement Prize" dari Virginia Waring International Piano Competition di Palms Spring, USA.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jonathan mulai belajar piano di usia tujuh tahun. Dari sana dia menemukan bahwa passionnya datang dari alat musik itu. Kemampuannya pun terus berkembang hingga di umur 13 tahun dia mampu memberikan resital solo perdananya dan resital itu pun terus berlanjut.
 
Pada tahun ini, dia kembali mengadakan resital pianonya di Balai Resital Kertanegara pada Selasa 25 Juni 2019. Pada penampilan kali ini ada dua sesi. Jonathan membawakan lagu dari Beethoven, Bach, dan Chopin.
 
Jonathan Kuo, Pianis Muda Indonesia yang Mendunia
Konser resital Jonathan Kuo (Foto: Medcom/Kumara)
 
Selepas konser, Jonathan menunjukan rasa antusiasnya terhadap piano melalui ceritanya. Kecintaannya dan kegigihannya dalam mengembangkan bakat tersebut membuat orang di sekitarnya mendukungnya, termasuk ibunya.
 
Begitu luar biasa di usia remaja, Jonathan sudah mampu menentukan pilihannya. Dengan ketulusan dan ketekunan dia bisa membuktikan kedalaman rasa cintanya pada alat musik itu. Hal ini lah yang dilihat juga oleh ibunya, Linda Kartasasmita yang sempat tidak yakin dengan profesi musisi. Saat ini ibunya setia mendukung dan mendampingi Jonathan.
 
Begini perasaan dan pengalaman dia berkarier.
 
Jonathan melihat permainan piano sebagai apa?
Ini sudah passion saya. Saya sudah menikmati sekali.
 
Bagaimana perjuangan Jonathan sebagai musisi klasik?
Perjuangan di musik klasik susah sekali karena dalam sekali. Jadi setahun lalu yang kita bilang bagus belum tentu untuk tahun ini bagus. Jadi standarnya lebih tinggi terus. Kendalanya konsentrasi. Yang kedua harus lebih banyak baca. Kita harus gali sedalam mungkim komponisnya di musik klasik. Apa intensinya. Kadang harus baca buku tentang mereka.
 
Pernah patah semangat tidak saat menjalani latihan?
Pasti ada feeling-nya patah semangat tapi harus ingat bahwa feeling itu cuma gangguan dan harus ditepis. Jadi saya selalu untuk tepis. Karena cinta saya ini. Mau tidam mau di tepis. Saya mau ini.
 
Di balik kesuksesan Jonathan, siapa yang mendukung?
Yang support. Guru saya. Semua keluarga ayah, ibu, guru bahkan ada teman juga.
 
Arti ibu untuk Jonathan?
Saya sayang sekali mami. Dia orang yang luar biasa. Dia mengorbankan banyak sekali dari dia untuk saya. Sangat suportif. Dia baik sekali ke smua orang tidak hanya ke saya.
 
Jonathan Kuo, Pianis Muda Indonesia yang Mendunia
 
Dalam memainkan piano, hal apa yang ingin ditingkatkan?
Permainan saya harus lebih konsen lagi sampai paling akhir. Mungkin konsentrasi cuma beberapa halaman. Detail-detail. Apa yang komponis ingin saya harusnya lebih nurut.
 
Selama membawakan lagu di resital, lagu yang mana yang paling sulit?
Semua lagu susah ada yang susah emosi dan ada yang susah teknik, artikulasi. Lagu semua susah.
 
Berapa kali latihan dalam sehari?
Sehari saya latihan tidak terlalu hitung bagi saya jam tidak terlalu penting. Yang penting konsennya dan usahanya. Tapi tiap hari pasti latihan.
 
Bagaimana cara menjaga emosi saat memainkan piano?
Ini sangat susah karena harus dilatih terus menerus. Kadang di piano emosi tidak cocok dengan lagunya misalnya saya lagi tegang. Maka saya tegang. Misal lagu yang harus saya mainkan tenang ini kan kebalikannya jadi itu jadi susah sekali. Harus usaha besar untuk menggali emosi.
 
Salah satu caranya pikirkan emosinya dan harus pernah mengalami emosi itu. Kalau damai, ya bayangkan sedang damai.
 
Apa rencana Jonathan setelah ini?
Setelah ini saya mau lebih bagus lagi karena banyak musisi lebih hebat dari saya. Saya harap saya bisa lebih tekun lagi. Lebih disiplin dan saya juga kayanya harus diturunin berat badannya.
 
Ada rencana ke luar negeri memantapkan pelajaran piano?
Belum pikir karena saya nyamannya di Indonesia. Mami saya bilang saya terlalu rindu Jonathan, saya tidak bisa hidup. Dia bilangnya gitu.
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif