Jakarta:Kisah Kaluna dalam Home Sweet Loan kini hadir dalam format musikal. Tak hanya membawa cerita tentang perjuangan memiliki rumah dan dinamika keluarga, Home Sweet Loan The Musical juga menyiapkan 18 lagu yang dirancang untuk mengikuti perjalanan emosi sang tokoh utama.
Album Home Sweet Loan The Musical Original Cast Recording resmi dirilis pada 17 September 2026 di berbagai platform digital. Album tersebut dirilis sekitar dua minggu sebelum pertunjukan musikalnya digelar pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Dari total 18 lagu, lima di antaranya merupakan lagu baru yang diciptakan Idgitaf. Sementara itu, empat lagu lainnya merupakan lagu yang sebelumnya telah digunakan dalam film Home Sweet Loan.
Kehadiran lagu-lagu baru tersebut menjadi salah satu pembeda Home Sweet Loan The Musical dari versi film. Musik tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pertunjukan, tetapi digunakan untuk menggambarkan pergulatan Kaluna ketika menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya.
Sejumlah lagu seperti Salam Satu Aspal, Satu Nafas Lagi, dan Piuh Lakerta membawa keresahan yang dialami Kaluna. Sementara Cukup Nggak Cukup dan Biar Waras mengangkat persoalan yang lebih luas mengenai tuntutan kehidupan sehari-hari.
Musik Jadi Perjalanan Emosi Kaluna
Music director sekaligus songwriter Home Sweet Loan The Musical, Ivan Tangkulung, menjelaskan bahwa 18 lagu dalam musikal tersebut sejak awal dirancang sebagai satu perjalanan.
Setiap lagu memiliki fungsi untuk membawa cerita dan emosi Kaluna dari satu bagian ke bagian berikutnya. Karena itu, lagu-lagu tersebut tidak dibuat sebagai kumpulan musik yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari alur cerita.
Tantangan terbesar muncul ketika menyusun lagu penutup. Ivan dan tim ingin membawa kembali berbagai emosi yang telah dilewati Kaluna, mulai dari tekanan, amarah, dan kelelahan hingga munculnya harapan serta keberanian untuk memilih dirinya sendiri.
Baca Juga :
Calvin Harris Gelar Tour Perdana di Australia
Proses penciptaan lagu juga melibatkan kolaborasi Ivan dengan Idgitaf. Keduanya menjalani sekitar dua hingga tiga sesi penulisan lagu untuk menghasilkan materi yang dibutuhkan dalam musikal tersebut.
“Aku harus bilang, Idgitaf itu seorang magician dalam membuat lagu. Sangat gampang dan benar-benar penuh magis,” kata Ivan Tangkulung.
Menurut Ivan, proses tersebut berlangsung cukup cepat. Dalam satu sesi yang berlangsung sekitar dua hingga tiga jam, mereka bahkan dapat menghasilkan dua hingga tiga lagu.
Home Sweet Loan The Musical sendiri tetap membawa kisah Kaluna yang sebelumnya dikenal melalui novel karya Almira Bastari dan film yang dirilis pada 2024. Namun, versi musikal menghadirkan sejumlah perubahan dalam cerita dan karakter. Salah satunya adalah tidak hadirnya Hansa, mantan kekasih Kaluna, yang sebelumnya muncul dalam novel dan film.
Sementara itu, pertunjukan musikal akan menampilkan Kalya Islamadina sebagai Kaluna principal dan Chintana Jo sebagai Kaluna alternate. Keduanya akan tampil berdasarkan jadwal pertunjukan yang berbeda.
Dengan dirilisnya album Original Cast Recording pada 17 September, penonton kini dapat lebih dulu mengenal perjalanan musikal Kaluna melalui 18 lagu sebelum menyaksikan ceritanya secara langsung di atas panggung.
Home Sweet Loan The Musical dijadwalkan berlangsung mulai 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Jakarta.
(Annisa Julinah)