Geisha sukses membawa penonton bernostalgia dengan membawakan sejumlah lagu andalan mereka, seperti “Cinta dan Benci”, “Lumpuhkan Ingatanku”, dan “Kamu yang Pertama”.
Penampilan tersebut menjadi momen istimewa bagi Momo dan para personel Geisha untuk kembali merayakan perjalanan panjang mereka di industri musik.
Saat ditemui Medcom.id dalam sesi jumpa pers seusai penampilan, Momo mengungkapkan bahwa reuni ini menjadi momen yang telah dinantikan.
Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa kesempatan untuk kembali bersama baru terwujud sekarang.
"Pastinya kami Geisha senang sekali akhirnya kita bisa berada di titik sekarang ini. Kalau ditanya 'kenapa sekarang?' Kita juga enggak tahu, mungkin memang sudah waktunya," tutur Momo.
Ia menilai Synchronize Fest 2026 menjadi kesempatan yang tepat bagi Geisha untuk merayakan perjalanan karier sekaligus mempererat kembali hubungan di antara para personelnya.
"It's time for us akhirnya bisa merayakan 23 tahun kami Geisha, keluarga Geisha, bisa berkarya dan juga akhirnya memang sudah waktunya untuk saling bersilaturahmi, gitu ya. Jadinya memang ini waktunya yang tepat di Synchronize 2026," lanjutnya.
Perjalanan Panjang yang Menyatukan Geisha
Momo juga mengenang perjalanan Geisha yang tidak selalu berjalan mulus. Selama bertahun-tahun berkarya, band ini melewati berbagai dinamika dan perpisahan yang menjadi bagian dari sejarah mereka."Ada perjalanan dan cerita yang enggak akan bisa terlupakan. Dan ternyata dari segala macam skema dan dramanya (tertawa), yang membuat kita satu sama lain ternyata punya satu ikatan," ujar Momo.
Menurutnya, ikatan tersebut terbentuk dari perjuangan bersama sejak awal merintis Geisha hingga akhirnya para personel menempuh jalan masing-masing.
"Yaitu ikatan bahwa sejarah perjalanan tidak mudah dari awal nol membentuk band ini, yang pada akhirnya kita terpisah karena kodrat dan lain hal," tuturnya.
Momo mengibaratkan hubungan antarpersonel yang sempat berjauhan seperti pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh. Kondisi tersebut, menurutnya, turut menjadi bagian dari dinamika yang mereka lalui sebelum akhirnya kembali dipertemukan di atas panggung.
"Biasanya ketika jauh itu orang pacaran pun kadang suka berantem. Jadi mungkin kita sering berantem karena jauhan juga. Tapi yang pasti restu Tuhan yang membawa kita malam ini bisa bareng-bareng lagi kembali di sini," lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Momo mengungkapkan bahwa perjalanan Geisha setelah tidak lagi bersama bukanlah hal yang mudah. Namun, ia merasa kebersamaan mereka kembali terjalin setelah melewati berbagai perasaan dan pengalaman yang membekas.
"Tapi perjalanan ini enggak mudah. ketika kita sudah enggak sama lagi, ternyata perasaan itu berubah seketika. Tapi kembalinya semua itu, di balik semua kebencian, tersesat dalam duka, akhirnya cinta yang nyatuin kita," tutup Momo.