Donald Trump dan Taylor Swift (Foto: Dok. The White House, Instagram/taylorswift)
Donald Trump dan Taylor Swift (Foto: Dok. The White House, Instagram/taylorswift)

Donald Trump Ngaku Lebih Populer dari Taylor Swift

Rafi Alvirtyantoro • 16 Oktober 2026 10:14
Ringkasnya gini..
  • Donald Trump mengklaim menjadi akun nomor satu di TikTok dan berada di atas posisi penyanyi Taylor Swift.
  • Data Tokfluence menunjukkan Charli D'Amelio berada di puncak, sedangkan akun Trump tidak masuk daftar 100 besar.
  • Selain klaim popularitas, Trump menyatakan telah menyumbangkan miliaran dolar AS untuk negara melalui platform tersebut.
Jakarta: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim lebih terkenal dibandingkan penyanyi Taylor Swift di platform TikTok.

Donald Trump menyatakan bahwa dirinya menghasilkan 72 miliar dolar AS, atau setara Rp1,29 kuadriliun, dari TikTok. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Arizona pada Rabu, 14 Oktober 2026, waktu setempat.

"Saya menghasilkan 72 miliar dolar dari TikTok,” kata Donald Trump, dikutip dari CBS News, pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Ia bahkan mengklaim berada di posisi teratas platform tersebut.

“Kalian tahu siapa orang nomor satu di TikTok? Trump. Masih ingat, kan? Trump. Ya, sayalah yang nomor satu,” ujar Trump.

Menurutnya, Taylor Swift berada jauh di bawahnya.

“Bisa kalian percaya? Taylor Swift saja ada di urutan ke-19, sedangkan saya nomor satu. Kalian bisa percaya ini?” ucap Trump.

“Sumpah, percaya tidak? Mereka baru saja mengeluarkan daftar peringkatnya,” lanjutnya.
   

Fakta Jumlah Pengikut dan Peringkat Akun


Belum diketahui data pasti yang dimaksud oleh Trump. Namun, berdasarkan data Tokfluence, Charli D'Amelio merupakan pemilik akun TikTok nomor satu di Amerika Serikat dengan jumlah pengikut terbanyak, yakni 160,3 juta.

Data tersebut mencatat Taylor Swift berada di urutan ke-37 dengan 33,4 juta pengikut, sedangkan Trump tidak masuk dalam daftar 100 besar karena hanya memiliki 17 juta pengikut.  

Suarakan Hal Positif dan Klaim Kontribusi Dana


Trump menegaskan bahwa selama menggunakan platform tersebut, ia hanya menyuarakan hal-hal positif tentang Amerika Serikat.

“Kalian tahu, orang-orang selalu bilang, 'Wah, TikTok itu soal Tiongkok, tentang Tiongkok.' Nah, saya jadi nomor satu di TikTok, padahal yang saya lakukan cuma menyuarakan hal-hal baik tentang negara kita. Saya tidak pernah menjelek-jelekkan,” jelasnya.

Selain itu, ia mengklaim telah menyumbangkan 10 miliar dolar AS (sekitar Rp180,28 triliun) untuk Amerika Serikat melalui TikTok miliknya. Trump pun menyayangkan tidak adanya ucapan terima kasih atas penyaluran dana tersebut.

“Bahkan, saya berhasil menyumbang 10 miliar dolar untuk negara kita dari TikTok. Tapi apa ada yang mengucapkan terima kasih? Tim? Daines? Apa ada yang berterima kasih—mana Daines? Apa ada satu orang pun yang berterima kasih kepada saya soal itu? Tidak ada,” ujar Trump.  

Refleksi di Ruang Oval


Di akhir pernyataannya, Trump menceritakan momen refleksinya di Ruang Oval (Oval Office). Ia menganggap posisinya saat ini sebagai bukti nyata dukungan dan penghargaan masyarakat.

“Suatu hari saat sedang di kantor, saya membatin bahwa saya sudah memberikan keuntungan 72 miliar dari Intel, dan membuahkan profit 10 miliar dari TikTok. Lalu saya berpikir, 'Tidak ada satu pun yang menghargai saya’,” tutur Trump.

“Namun ketika saya menatap ke langit-langit, saya sadar bahwa saya sedang berada di Oval Office. Sambil tersenyum saya berkata, 'Yah, mungkin sebenarnya mereka menghargai saya, karena buktinya saya ada di Oval Office, kan?',” lanjutnya.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA