Hadir sebagai representasi penyanyi lintas generasi, mantan vokalis Dewa 19 ini membawakan hits legendaris seperti "Merpati Putih" dan "Pelangi". Lagu-lagu tersebut merupakan bagian dari album original soundtrack fenomenal dari film karya sineas Teguh Karya yang diadaptasi dari novel legendaris Marga T bertajuk Badai Pasti Berlalu (1977).
"Kalau bicara seorang Erros Djarot itu luas sekali ya; sutradara hebat, budayawan hebat, aktivis, dan politisi juga hebat," ujar Once di atas panggung.
Bagi Once, album Badai Pasti Berlalu bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah standar emas dalam industri musik Indonesia. Ia bahkan mengutip predikat yang pernah diberikan media Rolling Stone Indonesia yang menobatkan album ini sebagai album terbaik sepanjang masa.
Baca Juga :
El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah
"Di sini kita berbicara tentang 'Badai Pasti Berlalu'. Ini adalah salah satu album yang sangat fenomenal. Media Rolling Stone bahkan mengatakan ini adalah album terbaik sepanjang masa," lanjutnya.
Ia juga menambahkan dengan nada kelakar bahwa kedalaman lirik dan melodi ciptaan Erros tak lepas dari pengalaman hidup sang maestro yang berwarna di masa muda.
"Yang jelas lagu-lagu keren begini tidak lepas dari pengalaman-pengalaman yang luar biasa dari Om Erros. Temennya banyak, temen wanitanya sama banyaknya, tapi tetap setia. Itulah yang hebat dari Om Erros," tutur Once, disambut oleh gelak tawa penonton.
Once pun menegaskan bahwa kehadiran Erros Djarot menjadi sebuah keberuntungan bagi industri musik Indonesia, mengingat jarangnya sebuah album pop mampu memadukan kualitas artistik tinggi dengan penerimaan luas di pasar.
"Jarang sekali ya sebuah album pop yang cerdas, artistik, dan laku. Begitu istimewanya album ini. Jadi kita, Indonesia, beruntung sekali memiliki seorang Erros Djarot," tutup Once Mekel.
Selain Once Mekel, konser ini juga turut diramaikan oleh dua Diva Pop Tanah Air seperti Vina Panduwinata dan Titi DJ, hingga musisi lintas generasi seperti Ardhito Pramono, Monita Tahalea, Rio Febrian, dan Dearly Dave.
Sementara urusan musikalitas, Erros Djarot mempercayakan aransemen ulang kepada Demas Narawangsa dan Yankjay yang tampil dengan sejumlah band pengiring dalam konsep full live band orkestra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News