Jelly Roll berhasil membawa pulang piala untuk kategori Best Contemporary Country Album berkat karya musiknya yang bertajuk Beautifully Broken. Dalam pidato kemenangannya, ia mengawali ucapan syukur kepada Tuhan dengan penuh emosional.
"Pertama-tama, Yesus, aku mendengar-Mu dan aku mendengarkan, Tuhan, aku sungguh mendengarkan-Mu," ungkap Jelly Roll, dikutip dari The Hollywood Reporter pada Senin, 2 Februari 2026.
"Aku mungkin sudah mengakhiri hidupku jika bukan karena kalian dan Yesus," lanjutnya.
Perjalanan Penebusan Dosa dalam Album Beautifully Broken
Beautifully Broken merupakan album bertema perjalanan penebusan dosa milik Jelly Roll yang kaya akan kolaborasi dan sempat memuncaki tangga lagu. Pria bernama asli Jason Bradley DeFord ini kembali mengangkat tema transformatif tersebut dalam pidatonya.Jelly Roll mengungkapkan bahwa album tersebut tercipta di masa-masa tergelapnya. Saat itu, ia merasa telah kehilangan arah dan harapan dalam hidup.
"Dulu ada masa dalam hidupku ketika aku merasa hancur. Itulah alasan aku menulis album ini. Aku merasa tidak punya harapan. Aku adalah manusia yang buruk," tuturnya jujur.
Namun, titik balik terjadi saat ia mendekam di balik jeruji besi. Di dalam penjara, Jelly Roll menemukan Alkitab dan musik sebagai lentera untuk melanjutkan hidup yang lebih baik. Ia meyakini bahwa Tuhan telah mengubah garis takdirnya secara total.
“Aku percaya musik punya kekuatan untuk mengubah hidupku, dan Tuhan pun punya kuasa untuk mengubah hidupku,” tegasnya.
Pesan Inklusif tentang Iman
Jelly Roll menutup pidatonya dengan penuh semangat. Ia berbicara mengenai keimanannya secara inklusif di hadapan para tamu undangan Grammy Awards 2026 yang hadir dari berbagai latar belakang."Yesus adalah untuk semua orang. Yesus tidak dimiliki oleh partai politik mana pun. Yesus adalah Yesus. Siapa pun bisa menjalin hubungan dengan-Nya. Aku mencintai-Mu, Tuhan,” pungkasnya.
Selain kategori album terbaik, Jelly Roll memanen kesuksesan besar di Grammy tahun ini. Ia juga memenangkan kategori Best Country Duo/Group Performance untuk lagu "Amen" bersama Shaboozey, serta Best Contemporary Christian Music Performance/Song lewat lagu blues-rock "Hard Fought Hallelujah" bersama Brandon Lake.
Transformasi dari Masa Lalu Kelam menuju Puncak Karier
Jelly Roll dikenal sebagai penulis lagu produktif yang kerap mendobrak batasan genre. Ia mulai dikenal luas pada awal 2020-an melalui lagu alt-rock bertema perjuangan melawan kecanduan, "Dead Man Walking", serta balada country "Son of a Sinner" yang mengisahkan sisi rapuh kemanusiaan.Penyanyi ini selalu terbuka mengenai masa lalunya yang kelam, termasuk rekam jejak kriminalnya. Jelly Roll diketahui telah keluar-masuk penjara sejak usia 14 hingga awal 20-an. Ia tercatat pernah ditangkap sebanyak 40 kali, termasuk hukuman karena perampokan berat pada usia 16 tahun dan perdagangan narkoba sekitar tahun 2008–2009.
Kini, melalui musik dan spiritualitas, Jelly Roll membuktikan bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan seseorang. Keberhasilannya di Grammy Awards 2026 menjadi bukti nyata dari perjalanan penebusan yang ia suarakan selama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News