Nadin Amizah (Foto: Instagram cakecaine)
Nadin Amizah (Foto: Instagram cakecaine)

Lirik dan Makna Lagu "Tamu Berwajah Itu" - Nadin Amizah, tentang Amarah dan Luka Masa Kecil

Agustinus Shindu Alpito • 28 Oktober 2026 12:08
Ringkasnya gini..
  • Nadin Amizah kembali menghadirkan kisah emosional melalui lagu Tamu Berwajah Itu, salah satu trek dalam album ketiganya, Laika, yang Ditinggalkan.
  • Dengan lirik puitis, Nadin mengisahkan bagaimana pengalaman menyakitkan pada masa kecil dapat meninggalkan bekas hingga beranjak dewasa.
  • Secara garis besar, Tamu Berwajah Itu menggambarkan amarah yang seolah menetap di dalam rumah.

Jakarta: Nadin Amizah kembali menghadirkan kisah emosional melalui lagu Tamu Berwajah Itu, salah satu trek dalam album ketiganya, Laika, yang Ditinggalkan. Dirilis pada 28 Agustus 2026, lagu ini membawa pendengar menyelami amarah, ketakutan, dan luka yang tumbuh dari lingkungan keluarga.

Dengan lirik puitis dan gambaran yang intens, Nadin mengisahkan bagaimana pengalaman menyakitkan pada masa kecil dapat meninggalkan bekas hingga seseorang beranjak dewasa. Perasaan tersebut tidak selalu hilang seiring waktu, tetapi bisa tersimpan dan memengaruhi cara seseorang memahami rumah, keluarga, serta dirinya sendiri. 

Makna Lagu 'Tamu Berwajah Itu' Nadin Amizah

Secara garis besar, Tamu Berwajah Itu menggambarkan amarah yang seolah menetap di dalam rumah. Amarah tersebut tidak hadir sebagai emosi sesaat, melainkan menjadi bagian dari keseharian hingga menciptakan suasana penuh ketegangan dan ketakutan.

Gambaran rumah dalam lagu ini terasa jauh dari tempat yang seharusnya memberikan rasa aman. Alih-alih menjadi ruang untuk berlindung, rumah justru menyimpan pengalaman menyakitkan yang sulit dilupakan.

 

Sosok ayah dalam narasi lagu digambarkan melalui perilaku keras dan amarah yang memengaruhi anggota keluarga lainnya. Sementara itu, anak menjadi saksi atas keadaan yang tidak sepenuhnya ia pahami, tetapi harus ia hadapi sejak kecil.

Judul Tamu Berwajah Itu dapat dimaknai sebagai gambaran sesuatu yang terus hadir dan menguasai ruang hidup seseorang. Amarah seolah menjadi tamu yang tidak pernah benar-benar pergi, meninggalkan dampak emosional bagi orang-orang yang tinggal di dalamnya.

Lirik Lagu 'Tamu Berwajah Itu' Nadin Amizah


 

Akan
Selalu ada marah di teras rumahmu
Ia
Tertidur nyenyak, tak mau diganggu

Duduk di meja makan
Bersandar tanpa beban
Kau hanya menyaksikan
Ketakutan

Semerah api yang abadi
Di neraka dari mana ayahmu datang
Semerah marah yang kau simpan
Di antara jemari kecil yang ada di tubuh besarmu, ha-uh, ha-uh

Akan
Selalu ada kasar di garis tanganmu
Tak peduli
Seberapa sering kau meminta ampun

Berharap lebih lembut
Menutupi amarahmu
Kau melihat dari luar
Ketakutan

Di kamar itu
Ibu melahirkan rasa marah
Ia menangis
Mencari-cari di mana ayah
Seumur hidup
Resah kau genggam erat dalam dekap
Aku mengerti
Tempat ini selamanya tak kuanggap rumah

Semerah api yang abadi
Di neraka dari mana ayahmu datang
Semerah marah yang kau simpan
Di antara jemari kecil yang ada di tubuh besarmu, ha-uh

Akan selalu semerah marah
Semerah marah

(Annisa Julinah)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA