Queens of The Stone Age
Queens of The Stone Age

Queens of the Stone Age Umumkan Album Kesembilan Perfecth, Rilis Oktober

Agustinus Shindu Alpito • 28 Agustus 2026 13:24
Ringkasnya gini..
  • Queens of the Stone Age mengumumkan album kesembilan, Perfecth, yang akan dirilis pada 30 Oktober 2026 melalui Matador Records.
  • Perfecth mengeksplorasi cinta, kehilangan, dan proses memperbaiki sesuatu yang retak dengan inspirasi filosofi kintsugi dari Jepang.
  • Queens of the Stone Age memperkenalkan “Insignificant Other” sebagai single baru sekaligus salah satu pusat emosional album Perfecth.
Jakarta: Queens of the Stone Age bersiap memasuki fase baru lewat album studio kesembilan mereka, Perfecth, yang akan dirilis pada 30 Oktober 2026 melalui Matador Records. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, band asal Amerika Serikat ini memperkenalkan single terbaru, "Insignificant Other", yang disebut sebagai salah satu pusat emosional album.
 
Lagu tersebut direkam hanya dalam dua kali pengambilan. Versi yang dipilih menangkap permainan lima personel Queens of the Stone Age dalam kondisi lebih lepas dan tanpa banyak batasan, sekaligus memperlihatkan bagaimana mereka memberi ruang satu sama lain selama proses bermain.
 
“Ini adalah lagu tentang jarak,” ujar vokalis Joshua Homme. “Tentang bagaimana seseorang bisa menjadi seluruh duniamu, lalu tiba tiba menghilang begitu saja. Dan tentang perasaan aneh seperti kehilangan keseimbangan ketika kita berada di pihak yang ditinggalkan.”

Secara keseluruhan, Perfecth dibangun dari gagasan mengenai cinta, kehilangan, dan proses memperbaiki sesuatu yang telah retak. Inspirasi tersebut berkaitan dengan kintsugi, seni tradisional Jepang untuk memperbaiki keramik yang pecah dengan mengisi retakannya menggunakan emas. Dalam filosofi tersebut, sesuatu yang telah hancur justru dapat menjadi lebih indah setelah diperbaiki.
Semangat itu pula yang menjadi dasar pengerjaan album ini. Homme, Troy Van Leeuwen, Michael Shuman, Dean Fertita, dan Jon Theodore disebut mengalami perkembangan sebagai sebuah kolektif hingga mencapai kejernihan yang diperoleh melalui proses panjang.
 
Sembilan lagu dalam Perfecth kemudian memetakan berbagai bentuk cinta, baik kepada keluarga, teman, maupun orang-orang lain yang dianggap penting ataupun tidak terlalu berarti. Album tersebut juga berbicara mengenai cinta yang dapat menghancurkan seseorang hingga berada di batas kemampuan untuk bertahan, sekaligus cinta yang mampu membantu seseorang kembali bangkit.
 
Materi album direkam di sejumlah lokasi, mulai dari New Orleans hingga Los Angeles. Musiknya bergerak bebas di antara suasana muram, mengancam, lembut, hingga aneh, dengan berbagai potongan karakter musik Queens of the Stone Age yang disatukan menjadi satu kesatuan.
 
“Setiap lagu terdengar seperti berasal dari dunia yang berbeda,” kata Homme. “Dan itu memang disengaja, karena album ini berusaha menjahit semua emosi yang berkaitan dengan cinta, hasrat, kebodohan, serta semacam kebijaksanaan yang datang sebagai hadiah dari semua pengalaman tersebut.”
 

Mengapa Disebut Perfecth?

Judul Perfecth lahir dari ketidakpercayaan Homme terhadap kata “perfect”. Baginya, kesempurnaan dalam arti sebenarnya tidak pernah ada.
 
Karena itu, kata tersebut sengaja “dipecahkan” menjadi perfecth, sebuah ejaan baru yang dianggap lebih sesuai dengan sesuatu yang sejak awal terasa tidak sepenuhnya benar.
 
“Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tetapi segala sesuatu tampaknya 'perfecth',” jelas Homme. “Dan judul itu memang lucu ketika kamu berada dalam sebuah kelompok, tetapi tidak terlalu lucu ketika kamu sendirian.”
 
Album ini akan tersedia dalam format CD dan vinyl hitam standar. Versi vinyl bening akan tersedia melalui toko musik independen, sementara edisi deluxe terbatas akan hadir dalam kemasan gatefold LP yang dilengkapi lirik tulisan tangan, alat tulis, serta “stamps” di dalam amplop khusus dan sebuah karya seni yang ditempatkan dalam kantong khusus.
 
Menjelang perilisan Perfecth, Queens of the Stone Age juga membuka Complaint Hotline resmi di nomor +1 (760) 437-1966. Penggemar dapat menggunakannya untuk menyampaikan keluhan, keresahan, hingga berbagai penilaian mereka terhadap band tersebut.
Hotline tersebut dibuka setelah Queens of the Stone Age merilis "Easy Street (feat. Nikki Lane)", lagu yang sebelumnya telah diperkenalkan secara langsung dalam tur Catacombs pada 2025. Lagu itu menjadi musik baru pertama mereka setelah album In Times New Roman (2023).
 
Di luar aktivitas bersama Queens of the Stone Age, Homme juga baru terlibat dalam sejumlah kolaborasi. Ia bekerja bersama Shania Twain dalam single "Faded Blue Jeans" dan memberikan vokal tamu untuk lagu Mastodon, "Snakes for Dinner".
 
Setelah menyelesaikan rangkaian tur di Amerika Utara bersama Foo Fighters, Queens of the Stone Age dijadwalkan melanjutkan perjalanan mereka ke Australia, Selandia Baru, Jepang, dan Singapura dalam rangkaian tur utama musim gugur.
 
Pertunjukan utama untuk 2027 juga disebut akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA