Endah menuturkan kisah haru tentang pengorbanan sang ayah yang baru benar-benar ia sadari saat memasuki usia 40-an.
"Saya tahu ayah adalah seorang pekerja keras yang mengorbankan banyak hal. Di usia 40-an ini, saya baru menyadari betapa banyaknya pengorbanan Ayah untuk diri sendiri dan keluarga," ujar Endah.
Selama ini, Endah mengaku lebih banyak memberi kredit kepada almarhumah ibunya karena hubungan mereka yang sangat dekat. Dari sang ibu pulalah ia belajar bernyanyi dan bermain gitar.
"Ibu yang mengajari saya bermain gitar dan bernyanyi. Jadi, seumur hidup saya lebih banyak bercerita tentang Ibu, yang meninggal karena kanker saat saya lulus SMA," katanya.
Meski demikian, peran sang ayah tidak kalah besar. Ayahnya selalu memberikan kebebasan dan mendukung minat Endah, mulai dari memfasilitasi les gitar hingga membelikan gitar elektrik, meski kondisi finansial keluarga terbilang pas-pasan.
"Ayah harus benar-benar menabung demi pendidikan dan hal-hal yang disukai anak-anaknya. Sebagai anak bungsu, saya mungkin mendapatkan kebebasan lebih dibanding kakak-kakak saya," tutur Endah.
Memasuki usianya saat ini, kenangan masa kecil serta awal pertemuannya dengan Rhesa kerap membayangi Endah, hingga muncul rasa takut kehilangan orang-orang terkasih.
Sempat Gap Year dan Mengajar Musik
Sebelum aktif sepenuhnya sebagai musisi profesional, Endah sempat mengambil masa rehat sekolah (gap year) selama tiga tahun usai lulus SMA. Selama rentang waktu tersebut, ia mengisi hari-harinya dengan manggung bersama beberapa band serta mengajar musik."Di masa gap year itu saya tampil bersama beberapa band, tetapi juga mengajar gitar dan musik. Dari situ saya sempat berpikir, jangan-jangan jalan saya memang mengajar," ungkapnya.
Rhesa Aditya: Otodidak dan Mahir Bermain Musik Lewat Pendengaran
Sementara itu, Rhesa tumbuh di lingkungan keluarga besar yang gemar bermusik. Kegiatan berkumpul keluarga selalu diwarnai dengan acara musik bersama.Pengalaman musik pertamanya terasah secara tidak sengaja ketika sang nenek sering menggelar latihan musik keroncong bersama grup lansia di rumahnya.
"Setiap minggu, teman-teman Nenek datang ke rumah untuk bernyanyi keroncong. Suatu hari, pemain kibornya tidak hadir. Padahal, saat itu memakai organ tunggal," cerita Rhesa.
Rhesa yang saat itu sering mengulik kibor di rumah secara otodidak akhirnya memberanikan diri untuk menggantikan posisi pemain kibor tersebut.
"Saya mendapat kesempatan mengiringi mereka bernyanyi penuh selama satu jam. Ternyata saya bisa," katanya.
Rhesa mengaku menguasai instrumen tersebut secara insting dan pendengaran (playing by ear). Banyak yang menilai Rhesa memiliki bakat dan pendengaran yang peka terhadap musik, meski ia secara rendah hati menyebutnya hanya bermula dari kebiasaan mendengarkan nada yang nyaman di telinganya.
Simak wawancara eksklusif Endah N Rhesa selengkapnya di bawah ini:
Baca Juga :
Lirik dan Terjemahan Lagu I Want You Back - NSYNC Beserta Maknanya
(Nur Aldiansyah Amirulloh)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda