Ruth Sahanaya (Foto: instagram)
Ruth Sahanaya (Foto: instagram)

Ruth Sahanaya Eksplorasi Musik City Pop hingga Latin di Album Merindu

Elang Riki Yanuar • 01 September 2026 21:14
Ringkasnya gini..
  • Ruth Sahanaya rayakan usia 60 tahun dengan meluncurkan EP Merindu, menandai kembalinya setelah delapan tahun tanpa album solo.
  • EP Merindu menjadi ruang eksplorasi Ruth Sahanaya yang memadukan city pop dan musik Latin dengan karakter vokalnya.
  • Di usia 60 tahun, Ruth Sahanaya membuktikan konsistensinya berkarya lewat EP Merindu yang juga menyasar pendengar generasi muda.
Jakarta: Penyanyi senior Ruth Sahanaya merayakan ulang tahun ke-60 dengan cara istimewa. Bertepatan dengan hari kelahirannya pada 1 September, Ruth meluncurkan EP terbaru bertajuk Merindu.

Rilisan tersebut menjadi penanda kembalinya Ruth Sahanaya ke dunia rekaman setelah sekitar delapan tahun tidak merilis album solo. Karya terakhir Ruth dalam format album adalah Rinduku yang dirilis pada 2018.

EP Merindu sekaligus membuka fase baru dalam perjalanan musik Ruth. Setelah lebih dari empat dekade berkarier, penyanyi yang akrab disapa Mama Uthe itu mencoba menghadirkan warna musikal yang lebih segar tanpa menghilangkan karakter vokal yang selama ini melekat dengan dirinya.

Merindu memuat enam lagu dengan beragam warna musik. Dua lagu di antaranya sudah lebih dulu diperkenalkan kepada publik, yakni "Sebaris Lirik Cinta" dan "Pelangi".

Empat lagu lainnya menjadi materi baru yang hadir untuk melengkapi EP tersebut. Keempat lagu itu adalah "Pagi", "Aku Tak Sanggup", "Terserah kamu", dan "Aku Merindu" yang dipilih sebagai lagu utama.
Menariknya, Ruth tidak hanya mengandalkan formula balada yang selama ini menjadi salah satu kekuatannya. Dalam EP Merindu, Ruth mengeksplorasi nuansa city pop yang terdengar lembut dan modern, sekaligus menghadirkan sentuhan musik dansa bergaya Latin yang catchy.

Eksplorasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Ruth yang telah lama dikenal sebagai salah satu penyanyi dengan karakter vokal kuat. Genre city pop sendiri berkembang di Jepang pada akhir 1970-an hingga 1980-an dan memiliki perpaduan unsur funk, disco, R&B, jazz, soft rock, serta boogie.

Meski mencoba warna musik baru, Ruth tetap menyertakan sebuah lagu balada dalam EP Merindu. Lagu tersebut menjadi penghubung antara eksplorasi musikal terbaru dengan identitas Ruth yang selama ini lekat dengan lagu-lagu penuh emosi.

"Saya sendiri memang sudah lama sekali tidak membuat album. Jadi, ini juga merupakan sebuah kerinduan saya untuk membuat karya lagi," katanya. 

Memasuki usia 60 tahun, Ruth mengaku bersyukur masih mendapatkan kesempatan untuk berkarya. Perilisan EP Merindu juga menjadi bentuk perayaan atas perjalanan hidup sekaligus perjalanan panjangnya di industri musik Indonesia.

"Saya memang ingin EP ini menjadi ruang bagi saya untuk bereksplorasi, mencoba warna-warna musik baru yang belum pernah saya jajaki sebelumnya, tetapi tetap dengan cerita dan perasaan yang jujur dari saya," imbuhnya.

Selain dirilis dalam format digital, EP Merindu juga hadir dalam jumlah terbatas melalui rilisan fisik berbentuk vinyl. Ruth turut menyiapkan rangkaian Live Session yang akan ditayangkan secara bertahap melalui kanal YouTube pribadinya.

Sementara itu, Eksekutif Produser Jeffry Waworuntu yang juga merupakan suami Ruth menilai perilisan karya baru merupakan bagian penting dari profesionalisme seorang penyanyi. Menurut Jeffry, penyanyi tidak cukup hanya aktif tampil di atas panggung, tetapi juga perlu terus menghasilkan karya.
Bagi Jeffry, album atau EP baru dapat menjadi pintu untuk menghadirkan pertunjukan yang mempertemukan penyanyi dengan para penggemarnya. Karya rekaman dan konser pun dinilai sebagai dua hal yang perlu terus berjalan beriringan dalam perjalanan karier seorang penyanyi.

"Menurut saya, itu merupakan bagian dari tanggung jawab seorang penyanyi untuk menunjukkan bahwa profesinya memang benar-benar sebagai penyanyi," katanya.

Jeffry berharap Merindu dapat menjangkau pendengar lama yang telah mengikuti perjalanan Ruth Sahanaya sekaligus menarik perhatian generasi muda. Lebih dari sekadar rilisan baru, EP tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa Ruth masih memiliki energi kreatif untuk terus menghasilkan musik di usia 60 tahun.

"Ini jadi pembuktian Mama Uthe masih bisa terus berkarya sampai Tuhan memanggil. Semoga album ini bisa viral," tutup Jeffry.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA