RAUN (Foto: dok. RAUN)
RAUN (Foto: dok. RAUN)

Rully Irawan Ajak Temukan Arti “Rumah” Lewat “Markisa”

Agustinus Shindu Alpito • 26 April 2026 15:27
Ringkasnya gini..
  • Rully Irawan rilis “Markisa”, lagu personal tentang ayah, anak, dan makna rumah di perantauan.
  • Lewat RAUN, Rully Irawan tuangkan perjalanan emosional sebagai ayah dalam karya intim “Markisa”.
  • “Markisa” jadi bahasa cinta Rully Irawan untuk anaknya, lahir dari hidup di Denmark.
Jakarta: Seniman visual sekaligus musisi Rully Irawan yang berada di balik moniker RAUN merilis karya musik personal bertajuk Markisa, sebuah refleksi tentang menjadi ayah, hidup di perantauan, dan mencari makna “rumah”.
 
Karya ini berakar dari pengalaman Rully selama pandemi COVID-19 pandemic, ketika ia sempat tertahan di Belanda sebelum akhirnya menetap di Kopenhagen, Denmark. Dalam fase tersebut, ia menjalani peran sebagai ayah penuh waktu tanpa dukungan keluarga, sekaligus beradaptasi dengan kehidupan baru.
 
Perubahan itu membuatnya menjauh dari musik hampir lima tahun. Namun, momen sederhana bersama putrinya, Flora, menjadi titik balik. Saat kembali memainkan gitar, interaksi awal yang canggung perlahan berubah menjadi ruang komunikasi baru.
 
Dari situ, lahir keinginan menciptakan karya sebagai “bahasa” antara ayah dan anak. Hal ini tercermin dalam lirik: “Saat nanti kau bisa berbahasa”, yang menggambarkan harapan akan pemahaman di masa depan.

Proyek ini juga memperkenalkan konsep RAUN—kata yang ia temukan di Denmark sebagai nama seseorang, sekaligus memiliki akar makna dari Riau sebagai adaptasi “to go around”. Bagi Rully, RAUN menjadi simbol perjalanan emosional dan pencarian identitas.
 
“Inspirasi lain dalam karya ini datang dari hal-hal kecil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti buah kesukaan anak saya, markisa,” ungkap Rully.
 
Lirik lain menegaskan gagasan tersebut: “Terkadang jangan lupa menepi, lihatlah itu rumahmu juga. Tempat berpuas makan markisa, tempat temukan bagian dari diri sendiri.” Ia menjelaskan, “Lirik tersebut menjadi metafora tentang pentingnya berhenti sejenak, kembali ke dalam diri, dan menemukan rasa ‘pulang’ di tengah kehidupan yang terus bergerak.”
 
Berbeda dengan karya sebelumnya yang lahir dari keterbatasan saat lockdown, rilisan ini datang dari fase yang lebih tenang dan reflektif. Lagu tersebut akan dirilis bersama RAUN dan didedikasikan untuk putrinya.
 
“Dipilihnya bahasa Indonesia dalam lirik menjadi upaya untuk menjaga koneksi budaya dan emosional, agar suatu hari nanti anak saya dapat memahami ‘bahasa bapaknya’ secara utuh,” kata Rully.
 
Melalui Markisa, ia mengajak pendengar menelusuri makna rumah, keluarga, dan diri—dalam perjalanan yang sederhana, namun intim.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA