Meyden dan Hengky (Foto: instagram)
Meyden dan Hengky (Foto: instagram)

Meyden Ungkap Alasan Menikah Cepat, Kini Menyesal Sang Ayah Meninggal dalam Kesendirian

Elang Riki Yanuar • 25 April 2026 09:30
Ringkasnya gini..
  • Meyden mengaku menikah cepat dengan Hengky karena sang papa ingin melihat langsung putrinya menikah dan menjadi walinya.
  • Duka Meyden bertambah karena sang papa meninggal sendirian di rumah setelah beberapa hari tak memberi kabar lewat WhatsApp.
  • Meyden mengungkap penyesalan mendalam usai kepergian ayahnya dan berharap bisa lebih lama menemani sang papa.
Jakarta: Meyden baru-baru ini membagikan cerita menyentuh yang membuat banyak penggemarnya ikut merasakan kehilangan yang dialaminya. Melalui Instagram Story pribadinya pada 23 April 2026, ia mengungkap alasan di balik keputusan pernikahannya yang terkesan mendadak dengan sang suami, Hengky.
 
Dalam unggahan tersebut, Meyden memperlihatkan sosok ayahnya dan mulai menceritakan alasan sebenarnya mengapa ia memilih menikah lebih cepat. Ternyata, keputusan itu sangat berkaitan dengan keinginan besar sang papa yang ingin melihat putrinya menikah selagi dirinya masih ada.
 
“Ini papaku, dia udah tua, guys. Alasan aku sama Hengky nikah mendadak karena dia hampir tiap hari telepon, selalu nyuruh nikah,” tulis Meyden.

Menurutnya, sang ayah memang sudah lama mendorongnya untuk segera menikah. Bahkan, ada satu kalimat yang terus teringat olehnya hingga sekarang dan menjadi alasan paling kuat di balik keputusan tersebut.
 
“Melin nikah, papa mau nikahkan Melin. Papa takut umur papa nggak sampai buat nikahkan Melin,” tulis Meyden, mengutip ucapan sang ayah.
Dari cerita itu, terlihat jelas bahwa keinginan menikah bukan datang secara tiba-tiba tanpa alasan. Sang ayah ingin menjadi wali secara langsung dan menyaksikan sendiri putrinya membangun rumah tangga.
 
Meyden juga mengungkapkan bahwa ayahnya sangat menyukai Hengky. Hal itu membuat sang papa semakin tidak sabar ingin melihat mereka menikah.
 
“Dia sesuka itu sama Hengky, nggak sabar mau nikahin aku, karena dia maunya dia yang jadi waliku,” lanjutnya.
 
Keinginan itulah yang akhirnya menjadi salah satu alasan terbesar Meyden memutuskan untuk menikah lebih cepat. Namun, cerita tersebut berubah menjadi duka saat ia mengisahkan kejadian setelah Lebaran.
 
Meyden sempat mengajak kakak dan saudara-saudaranya jalan-jalan ke Jakarta. Keputusan itu juga atas saran sang papa. Sementara itu, ayahnya tetap tinggal sendirian di rumah.
 
“Jadi habis Lebaran aku bawa kakakku dan saudara-saudaraku jalan-jalan di Jakarta, ini juga papa yang nyuruh kakakku,” tulisnya.
 
“Jadi papa dari tanggal 2 ditinggal sendirian di rumah. Dia biasanya buat status WhatsApp jedag-jedug hampir tiap hari, spam status,” lanjut Meyden.
 
Hal yang membuatnya curiga adalah ketika sang papa tiba-tiba tidak mengunggah status WhatsApp selama tiga hari. Padahal, biasanya ia sangat aktif membagikan aktivitas sehari-hari.
 
“Tapi sudah tiga hari nggak buat status WA. Kita suruh suami kakakku untuk cek ke rumah, ternyata papa sudah meninggal karena jatuh. Yang selalu buatku sedih, papa meninggal dalam keadaan sendirian,” tulis Meyden dengan emoji patah hati.
 
Kabar itu menjadi pukulan besar bagi Meyden. Rasa kehilangan bercampur dengan penyesalan karena sang ayah pergi dalam kondisi sendiri tanpa ada keluarga di sisinya.
 
Banyak warganet kemudian bertanya mengapa sang papa tidak diajak ikut ke Jakarta. Meyden pun menjelaskan bahwa kondisi kesehatan ayahnya memang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.
 
“Nggak bisa, papa nggak kuat di perjalanan karena dia suka sesak napas kalau perjalanan jauh. Dia maunya rebahan dan di rumah, dan memang dia lagi sehat-sehat aja,” tulis Meyden pada unggahan berikutnya.
 
Artinya, keputusan untuk tidak mengajak sang ayah bukan karena diabaikan, melainkan karena kondisi fisiknya memang tidak mendukung. Saat itu, kondisi sang papa juga terlihat baik-baik saja.
 
Meski begitu, Meyden mengaku rasa sedih dan penyesalan itu terus menghantuinya. Ia bahkan sering membayangkan kemungkinan lain yang menurutnya akan terasa lebih baik daripada kepergian mendadak seperti itu.
 
“Gue selalu ngebayangin lebih baik tiba-tiba sakit, dan dirawat di rumah sakit, ada suster, ada anak-anaknya, daripada meninggal mendadak dan sendirian,” lanjutnya.
 
Warganet juga mempertanyakan alasan sang papa ditinggal sendirian di rumah. Meyden menjawab dengan jujur bahwa hal itu juga menjadi penyesalan terbesar bagi dirinya dan sang kakak.
 
“Iya, ini pun penyesalanku dan kakakku. Semua orang yang menyalahkanku kayak gini, aku terima. Memang bodoh kita ini,” jawab Meyden.
 
Ia juga menjelaskan bahwa sang papa memang tidak pernah nyaman jika ada orang lain tinggal di rumahnya.
 
“Soalnya papa nggak pernah suka ada orang lain yang tinggal di rumahnya. Biasanya ada temannya satu yang selalu di rumah, tapi dia juga lagi pergi,” jelasnya.
 
Dari cerita tersebut terlihat bahwa situasi itu bukan semata karena kelalaian, tetapi juga karena kebiasaan sang papa yang lebih nyaman tinggal sendiri. Sayangnya, orang yang biasanya menemani juga sedang tidak ada.
 
Papa Meyden diketahui meninggal dunia pada 21 April 2026. Sementara itu, hubungan Meyden dan Hengky telah berjalan sejak sekitar 2020. Keduanya resmi menikah secara privat pada 3 Agustus 2025, meski kabar pernikahan mereka baru ramai diketahui publik pada Oktober 2025.
 
Cerita yang dibagikan Meyden ini bukan hanya menjelaskan alasan di balik pernikahannya, tetapi juga menjadi curahan hati tentang kehilangan, penyesalan, dan kasih sayang seorang anak kepada ayahnya.
 
(Maiza Jasmine A.R)
 

 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA