Ibnu Wildan (Foto: instagram)
Ibnu Wildan (Foto: instagram)

Terinspirasi L'Arc-en-Ciel, Ibnu Wildan Siapkan Album Perayaan Patah Hati

Elang Riki Yanuar • 03 April 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Ibnu Wildan Arsalan siap rilis album debut Perayaan Patah Hati, jadi langkah keluar dari rutinitas nyanyi di kafe menuju karya orisinal.
  • Album Perayaan Patah Hati berisi 10 lagu bertema patah hati dan kehilangan, digarap bersama produser Rahmat Hidayat dengan konsep emosional.
  • Wildan bawa nuansa pop rock dengan sentuhan EDM dan punk rock, terinspirasi L'Arc-en-Ciel, serta siapkan single Jangan Patahkan Lagi dan Palung Jiwa.
Jakarta: Penyanyi pendatang baru Ibnu Wildan Arsalan bersiap memperkenalkan warna musiknya ke industri musik Indonesia lewat album perdana bertajuk Perayaan Patah Hati. Album ini menjadi langkah besar Wildan untuk keluar dari rutinitas manggung reguler di kafe dan mulai menegaskan identitasnya sebagai musisi dengan karya orisinal.
 
Selama ini, Wildan dikenal aktif tampil membawakan berbagai lagu populer di sejumlah tempat hiburan. Namun, ia merasa sudah saatnya beralih dari sekadar menyanyikan karya orang lain menuju sesuatu yang lebih personal dan memiliki nilai artistik yang lebih kuat.
 
Keputusan tersebut muncul karena Wildan menganggap seorang seniman harus memiliki karya sendiri yang bisa dikenang. Baginya, tampil rutin tanpa menghasilkan lagu original hanya akan membuat musisi terjebak dalam zona nyaman.

"Kalau kata bapak saya, seniman itu berarti harus punya karya. Banyak teman musisi kafe yang sudah di zona nyaman, tapi menurut saya, kalau kita berpikiran kayak gitu, kita menghilangkan sisi kita sebagai seniman," kata Wildan di Jakarta.
 
Langkah Wildan untuk merilis album disambut positif oleh produser sekaligus penulis lagu Rahmat Hidayat. Keduanya pun mulai membangun proyek album ini dengan konsep yang kuat, yaitu menggambarkan perasaan patah hati dari berbagai sudut pandang kehidupan.
Dalam proses produksi, Wildan dan Rahmat menyiapkan total 10 lagu yang akan menjadi isi album Perayaan Patah Hati. Meski tema besarnya patah hati, cerita yang diangkat tidak hanya terbatas pada hubungan asmara, tetapi juga mencakup kehilangan orang terdekat dan pengalaman emosional lain yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
 
Diakui Wildan dan Rahmat, judul Perayaan Patah Hati kadung identik dengan salah satu album milik band For Revenge yang lebih dulu dikenal luas. Namun pihak mereka menegaskan pemilihan judul tersebut bukan bentuk meniru, melainkan karena maknanya yang dianggap relevan dengan konsep album Wildan.
 
"Kita mengambil tagline-nya. Maknanya adalah merayakan patah hati itu sendiri. Kita juga melihat judul ini dipakai di beberapa film. Kenapa menarik? Karena 10 lagu kita memang mengarah ke sana, tapi bukan cuma soal pasangan, ada juga tentang kehilangan kakak atau suami," jelas Rahmat Hidayat.
 
Secara musikalitas, Wildan membawa warna pop rock sebagai dasar utama dalam albumnya. Namun ia menegaskan bahwa konsep musik yang dibangun tidak akan monoton, karena setiap lagu akan memiliki karakter berbeda yang tetap terhubung dalam satu benang merah.
 
Wildan mengungkapkan bahwa ia banyak terinspirasi dari band legendaris Jepang L'Arc-en-Ciel yang dikenal punya variasi genre dalam setiap albumnya. Inspirasi itu membuat Wildan berani bereksperimen dengan berbagai elemen musik modern, termasuk EDM dan punk rock.
 
"Saya terinspirasi L'Arc-en-Ciel. Kalau mereka bikin album itu nggak melulu rock. Nanti di album Perayaan Patah Hati ada unsur EDM-nya, ada punk rock-nya juga, tapi benang merahnya tetap pop rock," tutur Wildan.
Untuk memperkenalkan albumnya lebih dulu ke publik, Wildan menyiapkan double single sebagai pemanasan. Dua lagu tersebut berjudul "Jangan Patahkan Lagi" dan "Palung Jiwa" yang rencananya akan dirilis sebelum album penuh diluncurkan.
 
Selain ingin albumnya diterima publik, Wildan juga menargetkan bisa tampil di panggung yang lebih besar. Ia berharap karya-karya yang ia rilis bisa membuka jalan untuk tampil di festival musik nasional yang selama ini menjadi impian banyak musisi muda.
 
"Target pertama, karya ini bisa diterima dulu. Target kedua, saya ingin tampil secara visual di festival-festival besar seperti Synchronize atau Lalala Fest," tutupnya.
 

 

 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA