Sorotan tajam warganet tertuju pada satu adegan ikonik sekaligus kontroversial dalam video tersebut. Sang gitaris, Febrianto Prima, yang juga menjadi cast utama, terlihat asyik menikmati sebatang rokok saat menaiki wahana kora-kora.
Aksi ini lantas menuai kritik pedas karena dinilai mengabaikan faktor keselamatan. Banyak warganet yang mengkhawatirkan bara api atau abu rokok tersebut terbang ke belakang dan mengenai mata atau wajah para cast lain yang duduk tepat di belakang Prima.
"MV jelek amat, jatohnya norak ngerokok di tempat begitu @thejeblogs," tulis salah satu warganet dengan akun Instagram @chaidarirfan.
"Abu rokoknya nggak meletik ke belakang kan ya?" timpal warganet dengan akun @edoy___.
Respons The Jeblogs
Menanggapi kritik yang bermunculan, pihak The Jeblogs akhirnya buka suara. Lewat kolom komentar, mereka menegaskan bahwa adegan tersebut telah dipertimbangkan secara matang, termasuk dari sisi keamanan saat proses pengambilan gambar."Aman kok, kawan-kawan yang take di lapangan aman, sudah kami pikirkan juga itu, tenang," tulis akun @thejeblogs menjawab salah satu komentar dari penggemar.
Meski klarifikasi telah disampaikan, sebagian warganet tetap menyayangkan keputusan tersebut. Mereka menilai penggunaan elemen berisiko demi kepentingan visual seharusnya tetap mempertimbangkan standar keselamatan yang berlaku.
The Jeblogs sendiri telah resmi merilis video musik "Sebat Dulu" di kanal YouTube mereka pada 28 Maret 2026 lalu. Sadar akan potensi polemik lebih lanjut, band ini juga menyertakan disclaimer yang cukup panjang dalam kolom deskripsi video tersebut.
"DISCLAIMER. Karya ini mengandung konten eksplisit, termasuk adegan dewasa dan merokok di ruang publik yang dilakukan semata-mata untuk keperluan produksi artistik. Video ini tidak bermaksud untuk mempromosikan perilaku tersebut atau melanggar norma yang berlaku," tulis The Jeblogs di unggahan video musik "Sebat Dulu".
Pihak band juga menyarankan agar penonton di bawah umur tidak menyaksikan video tersebut tanpa pengawasan orang tua.
"Sangat disarankan bagi penonton di bawah umur untuk tidak menyaksikan tanpa pengawasan. Segala bentuk interpretasi dikembalikan kepada kebijakan masing-masing pemirsa," tutup mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News