Jakarta: Tur konser Free Palestine yang digagas rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, tidak hanya menjadi panggung musik dan solidaritas. Rangkaian konser di Dublin, Paris, dan London tersebut juga menjadi kegiatan penggalangan dana yang hasilnya disalurkan kepada 12 organisasi yang mendukung masyarakat Palestina.
Konser yang berlangsung pada 26 hingga 30 Oktober 2026 itu mempertemukan musisi, aktivis, dan sejumlah figur publik dari berbagai negara. Mereka menggunakan panggung untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina sekaligus mengajak masyarakat memberikan perhatian terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza.
Menurut laporan Middle East Eye, seluruh pemasukan dari tiga pertunjukan tersebut dialokasikan untuk organisasi yang bergerak di bidang bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, pendidikan, advokasi, hingga pemberdayaan masyarakat Palestina.
Libatkan 12 Organisasi Pendukung Palestina
Sejumlah organisasi yang menerima dukungan dari konser tersebut antara lain Medical Aid for Palestinians, Palestinian Youth Movement, Jewish Voice for Peace, Institute for Middle East Understanding, dan Glia.
Selain itu, organisasi seperti Palestine Children's Relief Fund, Gaza Soup Kitchen, HEAL Palestine, dan UNRWA USA juga disebut dalam daftar penerima dukungan kegiatan amal tersebut.
Keterlibatan berbagai organisasi ini memperlihatkan bahwa penggalangan dana tidak hanya diarahkan pada bantuan darurat, tetapi juga mencakup dukungan jangka panjang bagi masyarakat Palestina.
Macklemore sebelumnya menyampaikan bahwa tur tersebut merupakan kesempatan untuk menggunakan panggung musik sebagai ruang solidaritas. Ia juga menginginkan konser tersebut menjadi tempat berkumpulnya musisi dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap Palestina.
Greta Thunberg Ingatkan Donasi Saja Tidak Cukup
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam konser di London adalah kehadiran aktivis lingkungan Greta Thunberg. Dalam kesempatan tersebut, Greta mengingatkan bahwa konser amal dan donasi kemanusiaan saja tidak cukup untuk mengakhiri penderitaan masyarakat Palestina.
“Pendudukan tidak akan berakhir hanya dengan filantropi dan slogan,” ujar Greta dalam pesannya kepada penonton, sebagaimana dilaporkan Middle East Eye.
Ia mendorong agar solidaritas terhadap Palestina juga diwujudkan melalui perubahan politik dan tindakan nyata untuk mengakhiri pendudukan.
Pesan tersebut memberikan perspektif lebih luas terhadap tujuan konser. Selain mengumpulkan dana, acara itu juga menjadi ruang untuk menyampaikan tuntutan dan meningkatkan kesadaran publik mengenai persoalan Palestina.
Sejumlah Musisi dan Figur Publik Turut Bergabung
Tur Free Palestine menghadirkan sejumlah nama dari industri musik dan dunia aktivisme. Pada konser di London, Macklemore tampil bersama Paloma Faith, Nemahsis, Vic Mensa, Aja Monet, Lucas Jones, dan Cure for Paranoia.
Acara tersebut juga menghadirkan Greta Thunberg, aktivis Palestina Arab Barghouti, serta sejumlah figur publik yang memberikan dukungan melalui penampilan maupun pesan kepada penonton.
Sementara itu, konser pembuka di Dublin menghadirkan Hozier, Kneecap, Beoga, Lina Makhoul, dan sejumlah penampil lainnya. Rangkaian kemudian berlanjut ke Paris pada 29 Oktober dengan kehadiran Aurora, Pomme, Portugal. The Man, serta musisi dan aktivis lainnya.
Kehadiran para penampil dari latar belakang berbeda memperlihatkan bagaimana musik menjadi medium untuk mempertemukan berbagai suara dalam satu isu kemanusiaan.
Berawal dari Kontroversi Macklemore dan Ed Sheeran
Tur amal tersebut bermula setelah Macklemore dikeluarkan dari rangkaian konser tur Amerika Serikat Ed Sheeran pada September 2026. Keputusan itu muncul setelah Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina dan mengkritik tindakan Israel di Gaza serta Tepi Barat dalam sebuah pertunjukan.
Ed Sheeran kemudian menjelaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore berasal dari promotor tur, bukan dirinya. Ia menyebut sejumlah pengelola venue keberatan dengan pernyataan Macklemore dan mengancam tidak akan menggelar pertunjukan jika rapper tersebut tetap berada dalam daftar penampil.
Setelah kejadian itu, Macklemore memutuskan menggelar tur Free Palestine sendiri. Ia mengumumkan rangkaian konser di Dublin, Paris, dan London dengan hasil penjualan yang diperuntukkan bagi organisasi pendukung Palestina.
Melalui tur tersebut, Macklemore memperlihatkan bahwa panggung musik dapat menjadi ruang untuk menggalang dukungan kemanusiaan, mempertemukan berbagai komunitas, dan menyuarakan persoalan yang menjadi perhatian publik internasional.
(Annisa Julinah)