Stephanie Poetri (Foto: Dok. Medcom.id)
Stephanie Poetri (Foto: Dok. Medcom.id)

Eksklusif: Stephanie Poetri Imbau Generasi Muda Tak Pakai AI dalam Bermusik

Rafi Alvirtyantoro • 17 Agustus 2026 10:25
Ringkasnya gini..
  • Stephanie Poetri mengingatkan musisi muda untuk menghindari penggunaan AI demi menjaga keautentikan dan karakter suara personal.
  • Proses berjuang menemukan identitas musik dinilai jauh lebih berharga daripada mengejar kesempurnaan secara instan.
  • Pelajari pandangan lengkap Stephanie Poetri terkait tantangan musisi era digital dan cerita di balik proses kreatifnya.
Jakarta: Musisi Stephanie Poetri mengimbau para musisi muda untuk tidak mengandalkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam berkarya.

Pentingnya Keautentikan Musisi

Stephanie Poetri menyampaikan agar para musisi, khususnya generasi muda yang ingin menembus pasar internasional, selalu mengikuti kata hati mereka.
 
"Karena di dunia ini banyak yang bicara, banyak yang di online, jangan dengerin meka. Yang paling penting itu kamu authentic dan bercerita tentang diri kamu sendiri," kata Stephanie Poetri dalam wawancara eksklusif bersama Medcom.id.
 
Menurutnya, para musisi muda tidak perlu meniru orang lain karena setiap individu memiliki keunikan cerita masing-masing.

"Soalnya di dunia ini gak ada orang lain yang punya cerita sama kayak kamu. Jadi gak usah coba ngikutin orang lain terlalu banyak," ucap Stephanie Poetri.

Proses Kreatif Tanpa AI

Ia juga mengingatkan para musisi muda untuk tidak menggunakan AI dalam menciptakan karya musik. Pesan ini menjadi salah satu poin utama yang ia tegaskan.
 
"Soalnya menurut aku, sesuatu yang paling penting untuk dipelajari dalam musik itu cara gimana kita mencari genre kita sendiri, suara kita sendiri," jelas Stephanie Poetri.
 
"Dan kalau kita pakai AI, itu hilang semuanya. The struggle is part of the process," lanjutnya.
 
Stephanie Poetri menyebut bahwa kesempurnaan tidak perlu dipikirkan sejak awal. Proses tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan musisi muda untuk menemukan jati diri.
 
"Kamu gak harus sempurna dari pertama. Malah itu yang bikin musik indah, yaitu tidak sempurna dari pertama tapi kita olah terus, kita coba sampai nemu yang sangat authentic," pungkas Stephanie Poetri.

Tantangan Musisi di Era Digital

Selain larangan menggunakan AI, Stephanie Poetri menceritakan kebanggaannya dalam menyelipkan unsur budaya lokal pada setiap karya dan penampilannya, cerita unik di balik proses kreatif pembuatan lagu, hingga pandangannya mengenai tantangan musisi muda di era digital.
 
Baca selengkapnya dalam artikel wawancara eksklusif bersama Stephanie Poetri di Medcom.id.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA