Jakarta: Girl group asal Indonesia, no na, tengah mencuri perhatian setelah resmi merilis album debut Island Girl pada 18 September 2026. Berada di bawah naungan 88rising, grup ini beranggotakan Baila Fauri, Christy Gardena, Shazfa Adesya, dan Esther Geraldine.
Keempat member no na memiliki latar belakang yang berbeda sebelum bergabung dalam grup. Ada yang lebih dulu dikenal lewat ajang pencarian bakat, ada yang menekuni balet dan tari, hingga sosok yang memiliki pengalaman sebagai influencer dan content creator.
Kehadiran no na juga membawa identitas Indonesia sebagai bagian penting dari musik mereka. Nama grup ini merupakan permainan kata dari “nona”, sementara karya-karya mereka memadukan pop dan R&B dengan berbagai elemen budaya Indonesia. 88rising menyebut no na sebagai girl group global pertama yang dibentuk dan diproduksi oleh label tersebut.
Berikut profil empat member no na.
1. Baila Fauri
Baila Fauri memiliki nama lengkap Baila Shaquanda Fauri. Ia lahir di Jakarta pada 28 September 2001 dan sudah mengenal dunia musik sejak usia muda.
Baila pernah mengikuti Indonesian Idol Junior pada 2015. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan sebagai solois dan sempat merilis sejumlah lagu, termasuk 3 Dots dan Eye to Eye.
Sebelum bergabung dengan no na, Baila juga telah menjalani aktivitas musik secara mandiri. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modalnya ketika akhirnya bergabung dengan proyek girl group 88rising.
Di no na, Baila juga menjadi salah satu sosok yang banyak berbicara mengenai konsep “island pop” yang menjadi identitas grup. Menurutnya, latar belakang Indonesia dengan ribuan pulau menjadi bagian penting dari karakter musik no na.
2. Christy Gardena
Christy Gardena memiliki nama lengkap Denial Christian Gardena. Ia berasal dari Lombok dan memiliki latar belakang yang kuat di bidang tari.
Sejak kecil, Christy menekuni balet dan juga ballroom dance. Ia pernah mengikuti International Dance Asia Competition pada 2019 dan meraih posisi juara ketiga dalam kategori duo.
Tak hanya tari, Christy juga memiliki pengalaman dalam rhythmic gymnastics. Kemampuan tersebut kemudian menjadi bagian dari kekuatannya ketika no na mulai menjalani pelatihan sebagai grup.
Perjalanan Christy bersama no na kemudian berkembang dari sekadar kemampuan tampil menjadi bagian dari identitas grup. Ia turut membawa unsur budaya Indonesia dalam karya-karya no na dan menjadi salah satu representasi daerah asalnya di panggung internasional.
3. Shazfa Adesya
Shazfa Adesya memiliki nama lengkap Shazfa Adesya Zahra. Berbeda dari Baila yang lebih dulu menekuni musik dan Christy yang memiliki latar belakang tari, Shazfa dikenal memiliki pengalaman di bidang tari, modeling, serta dunia digital.
Shazfa merupakan lulusan University of New South Wales (UNSW) Sydney dengan jurusan Media in Public Relations and Advertising. Saat berada di Sydney, ia juga aktif dalam kelompok tari.
Sebelum bergabung dengan no na, Shazfa telah memiliki pengalaman sebagai content creator dan Key Opinion Leader. Latar belakang tersebut membuatnya memiliki pengalaman di depan kamera sekaligus memahami dunia media.
Dalam no na, Shazfa juga turut terlibat dalam membangun karakter grup yang menggabungkan unsur Indonesia dengan pengaruh musik global. Ia menyebut penggunaan elemen budaya Indonesia dalam karya no na hadir secara natural dari keseharian mereka.
4. Esther Geraldine
Esther Geraldine Simanjuntak menjadi member terakhir yang bergabung dengan no na. Sebelum menjadi bagian dari grup, Esther sudah lebih dulu dikenal sebagai penyanyi melalui Indonesian Idol musim ke-10.
Setelah mengikuti ajang tersebut, Esther tetap melanjutkan karier bermusik. Ia pernah merilis lagu ciptaannya sendiri berjudul Rarity serta berkolaborasi dengan Dipha Barus dan Afgan dalam lagu Keep It Hush.
Bergabungnya Esther melengkapi formasi no na. Dalam keterangan resmi grup, Baila menyebut Esther sebagai “missing piece” yang telah mereka cari karena kemampuan vokalnya.
Dari empat member dengan latar belakang berbeda tersebut, no na kemudian membangun identitas musik yang memadukan pop, R&B, serta berbagai pengaruh global dengan budaya Indonesia.
no na resmi debut pada 2 Mei 2025 melalui single Shoot. Setelah itu, mereka merilis sejumlah lagu seperti Superstitious, Falling in Love, The One, Work, dan Rollerblade. Pada 2026, mereka juga merilis Sizzle yang menjadi theme song untuk M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang.
Kini, no na memasuki babak baru lewat album debut Island Girl. Album tersebut mempertegas konsep mereka sebagai “island girls” yang membawa identitas Indonesia ke dalam musik pop dengan pendekatan global.
(Annisa Julinah)