Yo-Yo Ma di Mumbai. (Foto: Dok. Austin Mann)
Yo-Yo Ma di Mumbai. (Foto: Dok. Austin Mann)

Pemusik Klasik Dunia Yo-Yo Ma Bakal Tampil di Indonesia

Hiburan musik klasik
Cecylia Rura • 04 Desember 2019 18:13
Jakarta:Seniman musik klasik dunia Yo-Yo Ma bakal menyambangi Indonesia dalam rangkaian konser musik, dialog, dan kolaborasi Yo-Yo Ma's Bach Project pada akhir pekan nanti, 6-7 Desember 2019. Hari pertama akan digelar konser musik klasik di Jakarta International Theater, dilanjutkan acara hari kedua dalam tajuk Day of Action.
 
Indonesia menjadi negara ke-25 dari seluruh rangkaian Yo-Yo Ma's Bach Project dalam tur mereka selama dua tahun. Yo-Yo Ma's Bach Project mengadakan 36 konser musik klasik di enam benua dan 36 hari untuk kegiatan Day of Action.
 
Acara Yo-Yo Ma's Bach Project di Indonesia dipromotori Shoemaker Studios, bekerja sama dengan Golmpact. Acara ini didukung penuh pusat seni pertunjukan terbaru dan penyedia fasilitas terbaik di Indonesia, Jakarta International Theater.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melihat nilai yang dibawa Yo-Yo Ma dapat menginspirasi musik di Indonesia untuk menghargai keberagaman dan menjalin hubungan yang harmonis antar sesama. Kami sangat bangga bisa menghadirkan Yo-Yo Ma's Bach Project bersama dengan Golmpact dan mendapat dukungan penuh dari Jakarta International Theater. Kolaborasi ini merupakan wujud upaya kami membangun dan mengembangkan ekosistem musik di Indonesia," ungkap Founding Partner of Shoemaker Studios Prajna Murdaya dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.
 
Jakarta International Theater dipilih sebagai tempat gelaran acara Yo-Yo Ma's Bach karena dinilai memiliki standar tinggi untuk melaksanakan konser klasik. General Manager Jakarta International Theater Bernard Grover mengatakan, lokasi acara memiliki fasilitas akustik dan peralatan kualitas internasional yang ideal untuk konser musik klasik kelas dunia.
 
"Jakarta International Theater memiliki tiga tingkat area menonton dengan total kapasitas 2.500 tempat duduk dan seluruhnya memiliki sudut pandang tak terhalang. Theater juga didukung oleh beberapa ballroom, hall, dan ruang pertemuan," ungkapnya.
 
"Secara keseluruhan kompleks ini berukuran total 30.000 meter persegi. Theater menggunakan peralatan sound system dengan total 280 speaker. Teater juga dilengkapi dengan sistem akustik terbaik yang akan menampilkan pertunjukan terbaik dari konser Yo-Yo Ma," katanya.
 
"Khusus untuk pertunjukan konser Yo-Yo Ma, kami akan menggunakan Meyer Constellation System untuk amplifikasi pasif yang memastikan kemurnian suara yang dihasilkan dari penampilan Yo-Yo Ma dapat dirasakan merata oleh semua penonton. Secara keseluruhan kami akan memastikan penonton mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan," sambungnya.
 
Tiket konser Yo-Yo Ma's Bach Project dijual melalui laman resmi www.yo-yomajakarta.com dengan harga mulai Rp715 ribu. Tiket promo berlaku untuk pembelian menggunakan kartu kredit BCA sebesar 20 persen untuk semua periode tiket mulai yaitu Presale 1, Presale 2, dan harga normal. Penjualan tiket Presale 1 telah dibuka sejak 31 Oktober 2019.
 
Yo-Yo Ma telah merilis 100 album diskografi, termasik di dalamnya 19 album meraih penghargaan Grammy Awards. Yo-Yo Ma banyak menggubah karya terhadap musik klasik Barat dan beberapa rekaman di luar kategori di antaranya di antaranya Applachia Waltz dan Applachian Journey bersama Mark O'Connor dan Edgar Meyer. Album Obrigado Brazil dan Obrigado Brazil - Live in Concert mendapat Grammy sebagai penghormatan terhadap musik Brasil.
 
Yo-Yo Ma telah meraih beberapa penghargaan bergengsi. Dia menjadi seniman yang tampil di depan delapan Presiden Amerika Serikat, termasuk ketika diundang Presiden Barack Obama dalam upacara pelantikan ke-56.
 
Perjalanan Yo-Yo Ma's Bach Project dimulai pada Agustus 2019. Gelaran ini dibuka menampilkan Johann Sebastian Bach Six Suites for Unaccompanied Cello di 36 lokasi di seluruh dunia. Tur ini dilatarbelakangi enam dekade perjalanan Yo-Yo Ma bermusik.
 
Musik dari Bach yang kini berusia 300 tahun dimaknai sebagai contoh bagaimana membangun budaya untuk masa depan yang lebih baik. Yo-Yo Ma percaya, budaya tidak terbatas di dunia seni tapi merambah sains dan hal yang membuat manusia memahami lingkungan, orang sekitar, serta diri sendiri.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif