Album OURORA; memuat 18 lagu dengan total durasi sekitar 1 jam 48 menit. Lewat album ini, DNA memilih untuk tidak membatasi diri pada satu subgenre musik elektronik. Meski masih mempertahankan karakter Indo Bounce yang menjadi identitas mereka, album ini juga mengeksplorasi berbagai warna musik lain, mulai dari techno, dirty dutch, drum and bass, hingga trap.
Dalam sesi jumpa pers yang digelar di W Super Club Gatsu, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026, JayJax mengungkapkan bahwa keputusan tersebut lahir dari ambisi DNA untuk membawa karya mereka ke panggung internasional.
"Mungkin goals kita DNA agak sedikit bisa gua bilang agak tinggi ya. Kita pengen banget main di luar negeri, bawa nama DJ Indonesia ke luar negeri. Itulah kenapa kita enggak buat Indo Bounce dulu. Sudah banyak musisi kayak Whisnu Santika dan yang lain. Tujuan awal DNA itu gimana caranya kita bikin something beda dari DJ-DJ sekarang," ungkap JayJax.
Senada dengan rekannya, Mister Aloy mengakui bahwa pendekatan musikal di album ini mungkin tidak sepenuhnya mengikuti selera pasar lokal. Namun, menurutnya, DNA ingin membangun identitas yang bisa diterima oleh pendengar global.
"Intinya goals kita pengen keluar. Jadi lagu-lagu yang didengar tadi mungkin tidak masuk di kuping Indonesia sebenarnya ya. Jadi kita berusaha saja, walaupun belum tahu kapan, tapi kita berusaha," sambung Aloy.
Makna di Balik Tajuk OURORA;
Aloy mengungkapkan bahwa proses lahirnya album ini memiliki cerita yang cukup emosional. Menurutnya, sebagian besar materi awal album dikerjakan JayJax ketika dirinya belum bergabung penuh dalam proses kreatif."Aurora itu albumnya DNA yang dibuat oleh Jay tanpa sepengetahuan gua dari awal. Jadi awal pembuatan album ini gua tidak ada di grup. Jadi gua tidak ada di grup dan itu oh itu sempat jadi pembahasan masalah juga sih sebenarnya. Gua iri tuh, 'Kok gua enggak ada di grup ini banget?' dari awal pembuatan lagu. Tapi uniknya Aurora ini, jadinya nama album dan jadi banyak banget kolaboratornya," ungkap Aloy.
Ia menjelaskan, nama OURORA; merupakan gagasan dari PARKZ, yang juga dikenal sebagai MC pendamping DNA saat tampil di atas panggung. Menurut Aloy, nama tersebut berasal dari kata Aurora yang melambangkan keberagaman warna. Kata "Our" kemudian disisipkan sebagai simbol kebersamaan seluruh tim yang membangun DNA.
"Kenapa namanya ini? Dari eksekutif produser kita, PARKZ. Dia memberikan nama 'Aurora' yang artinya kayak beragam warna di satu tempat. Nah 'Our' itu kan kita, kenapa kita enggak pakai 'Our-ora'? Jadi kita tuh menjadi macam-macam warna dan diakhiri dengan semikolon (titik dua koma) yang artinya berkelanjutan dan kita masih mau jalan terus," jelas Aloy.
"Jadi Aurora itu kayak kita ini banyak warnanya, banyak berantemnya, beragam orang di dalamnya, banyak juga genre-nya di dalam albumnya, dengan banyak gimik-gimik di setiap show, dan kita ingin berkelanjutan terus sampai seterusnya," lanjutnya.
Inspirasi Artwork
Konsep keberagaman yang diusung OURORA; juga diwujudkan melalui visual album. Artwork album dikerjakan oleh ilustrator Elsha Graciella, yang menampilkan pemandangan matahari terbit dengan berbagai elemen simbolis.Aloy menjelaskan bahwa foto latar untuk artwork album DNA diambil di Bali sebagai simbol awal perjalanan baru.
"Fotonya diambil di Bali. Matahari (sunset/sunrise) artinya mereka ingin terbit/keluar dari tempat mereka. Tiang listrik yang kusut menggambarkan perjalanan mereka yang tidak mudah. Layang-layang artinya DNA butuh banyak orang untuk menerbangkannya. Ada 17 burung yang melambangkan tim DNA saat itu," tutur Aloy.
Libatkan Sejumlah Kolaborator, dari YB hingga QoryGore (QG)
Dalam proses penggarapannya, DNA turut menggandeng sejumlah kolaborator dari berbagai latar belakang musik.PARKZ berkontribusi sebagai penulis lirik sekaligus pengisi suara di tiga lagu. Konten kreator QoryGore (QG) tampil dalam lagu "Cowok Red Flag", yang memadukan hip-hop dengan sentuhan dangdut pada bagian drop.
Album ini juga menghadirkan kolaborasi bersama rapper asal Bandung SYEQY di lagu "Setengah Jalan", INDAHKUS dalam trek future house "Second Choice", serta Reza Arap (YB) di lagu bergenre trap bertajuk "Anomali."
Melalui OURORA;, DNA berharap dapat memperkenalkan identitas musikal mereka yang lebih luas sekaligus menunjukkan bahwa musik elektronik Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di panggung internasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda