(Foto: Billboard)
(Foto: Billboard)

Carly Rae Jepsen Rela Batalkan Tur Jika Spice Girls Reuni

Agustinus Shindu Alpito • 13 Juni 2016 13:24
medcom.id, Los Angeles: Bintang pop Carly Rae Jepsen mengaku, rela membatalkan konser tur demi menonton konser reuni Spice Girls.
 
Para remaja yang melewati era 1990-an dan awal 2000-an tentu tidak asing dengan Spice Girls. Sebuah girlband asal Inggris yang berjaya pada masanya.
 
Jepsen tumbuh di keluarga yang menyukai musik folk, sampai akhirnya dia menemukan Spice Girls. Bagi Jepsen, ada semacam perasaan seperti "terlahir kembali" ketika dia mendengarkan musik Spice Girls untuk pertama kali. Sejak saat itu, dia mengagumi Spice Girls.

Tepat 20 tahun lalu, Spice Girls merilis album debut. Jepsen tidak bisa menyembunyikan harapannya agar Spice Girls reuni untuk merayakan momen tersebut.
 
"Saya akan benar-benar membatalkan tur saya sendiri dan pergi menonton Spice Girls jika mereka reuni. Ini mungkin merepotkan saya, tetapi sangat berharga," kata Jepsen dalam wawancara dengan majalah Times.
 
Rumor reuni Spice Girls memang sudah berhembus selama bertahun-tahun, dan terus jadi perbincangan di kalangan penggemar.
 
"(Jika Spice Girls) Reuni tentu akan sangat berharga jika bisa menonton, tidak ada yang bisa mengalahkan keajaiban dari lima orang itu jika bersama-sama."
 
Meski demikian, Jepsen tampaknya tak kecewa jika pun Spice Girl tidak jadi reuni.
 
"Memang sepertinya gampang jika hanya bicara mereka harus kembali lagi, tetapi coba bayangkan dari perspektif mereka. Mereka harus punya waktu total, menyiapkan kostum, dan lagu. Saya tidak tahu apakah mereka akan antusias atau justru menghindari (reuni). Yang jelas, jika mereka reuni, saya akan datang," ucap Jepsen.
 
Dalam wawancara yang sama, Jepsen juga menceritakan relasinya terhadap komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender).
 
Dalam sebuah konser di Inggris, Jepsen sempat mengatakan bahwa para penggemarnya yang masuk ke dalam kategori LGBT memiliki tempat tersendiri di hatinya.
 
"Musik yang saya bawakan sangat bernuansa pop 80-an, dan mungkin saja memiliki relasi dengan orang-orang? Kami menyadari dalam konser-konser saya, bagian besar dari penonton berasal dari komunitas LGBT. Itu seperti hadiah karena saya memang senang jika tampil di hadapan penonton yang seperti itu," ungkapnya.
 
"Saya berdiri di atas panggung, dan merasa diterima daripada dihakimi, sesuatu yang kadang saya rasakan di luar sana," kata dia menambahkan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)




TERKAIT

BERITA LAINNYA