Foto dari buku Wage Rudolf Supratman karya Anthony Hutabarat.
Foto dari buku Wage Rudolf Supratman karya Anthony Hutabarat.

Jazz Indonesia, dari WR Supratman ke Joey Alexander

Hiburan
Coki Lubis • 10 Maret 2016 17:31
medcom.id, Jakarta: Hari Musik Nasional kali ini berbarengan dengan peristiwa penting dan kabar duka bagi komunitas jazz. Peristiwa penting adalah gelaran ke-12 Java Jazz Festival. Kabar dukanya adalah berpulangnya gitaris jazz Ireng Maulana.
 
Dua kejadian tersebit pasti sudah banyak diketahui. Tapi sudahkah Anda tahu bahwa 9 Maret yang diperingati sebagai Hari Musik Nasional adalah tanggal kelahiran komposer WR Supratman? Apakah Anda tahu bahwa penulis lagu Indonesia Raya ini adalah seorang musisi jazz?
 
Grup jazz yang dibentuk WR Supratman bersama kakak iparnya, Van Eldik pada 1920 di Makassar, tercatat sebagai pionir. Namanya "Black And White Jazz Band", yang melambangkan kerja sama atau hubungan baik, antara orang kulit putih (Belanda) dan sawo matang (Indonesia).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dalam buku 'Wage Rudolf Supratman' karya Anthony Hutabarat, dipaparkan penggemar musik saat itu kepincut dengan kelihaian improvisasi gesekan biola WR Supratman. Black and White Jazz jadi terkenal di Makassar, konon memiliki jadwal manggung yang padat.
 
Walau sudah ada grup jazz sejak sebelum kemerdekaan, tapi perkembangan pesat jazz di Indonesia baru terjadi dua puluh tahun terakhir. Sebelumnya musisi jazz kelas virtuozo seperti (alm) Bubi Chen sekalipun relatif sepi publikasi media massa. Namanya hanya dikenal di komunitas penggemar dan penggiat jazz yang cenderung kecil.
 
Adalah Ireng Maulana yang melakukan terobosan. Gitaris bernama lengkap Eugene Lodewijk Willem Maulana ini gigih mencari dan membimbing bibit-bibit baru jazz. Kemudian memotori gerakan memasyarakatkan jazz yang dia mulai dari panggung-panggung perguruan tinggi, termasuk menggagas JakJazz yang kemudian berubah nama menjadi Java Jazz Festival.
 
Salah seorang musisi jazz hasil polesan Ireng Maulana adalah Indra Lesmana. Indra Lesmana juga mewarisi semangat sang mentor untuk giat mencari dan membimbing bibit-bibit muda jazz nasional. Joey Alexander adalah salah seorang hasil binaannya.
 
 Jazz Indonesia, dari WR Supratman ke Joey Alexander
 
Kemampuan bermusik Joey Alexander membuat terhenyak dunia. Sepanjang Februari lalu ABG bertubuh ceking, berambut ikal dan berkacamata tebal itu masuk nominasi Grammy Award untuk dua kategori sekaligus. Jutaan warga negara Indonesia bangga bukan kepalang.
 
Demikianlah dunia. Patah tumbuh, hilang berganti.
 
Berpulangnya sang senior Ireng Maulana jelas meninggalkan duka mendalam. Namun jazz Indonesia juga sudah menemukan harapan-harapan barunya. Bukan hanya Joey Alexander dan Indra Lesmana, tapi juga Andien, Dira Sugandhi, Dewa Budjana, Barry Likumahuwa, Tohpati, Monita Tahalea, Danilla, Ginda Bestari, Gerald Situmorang, Tesla Manaf, Diastika Lokesworo dan masih banyak lagi lainnya.
 
 
(LHE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif