Arda Hatna (Foto: instagram)
Arda Hatna (Foto: instagram)

Arda Hatna Rilis "Matematika Tuhan Berbeda", Terinspirasi Usai Jalani Hipnoterapi

Elang Riki Yanuar • 09 September 2026 22:36
Ringkasnya gini..
  • Arda Hatna merilis single kelima Matematika Tuhan Berbeda setelah melalui refleksi personal dan pengalaman hipnoterapi.
  • Pengalaman hipnoterapi membuka perspektif baru Arda Hatna tentang penderitaan, ilmu pengetahuan, cinta, serta pentingnya berani berbenah diri.
  • Matematika Tuhan Berbeda dirilis Arda Hatna bukan sekadar mengejar popularitas, tetapi sebagai lagu untuk menemani orang-orang yang sedang lelah menghadapi kehidupan.
Jakarta: Arda Hatna kembali menghadirkan karya musik yang lahir dari pengalaman dan refleksi personal. Mantan vokalis band Naff itu merilis single kelimanya yang berjudul "Matematika Tuhan Berbeda".

Lagu tersebut menjadi karya yang cukup personal bagi Arda karena tercipta setelah dirinya menjalani proses hipnoterapi. Pengalaman itu kemudian membuka ruang baginya untuk melihat berbagai persoalan kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.

"Matematika Tuhan Berbeda" sebenarnya direncanakan hadir sekitar dua bulan lebih cepat. Namun, Arda memilih menunda perilisan karena ingin memastikan alasan dan pesan yang ingin ia bawa melalui lagu tersebut.

"Harusnya lagu ini rilis dua bulan lalu, kenapa saya tunda, karena saya percaya niat. Niat waktu itu gue ingin buktiin nih ke orang. Tapi jadinya nggak happy. Saya ingin kenapa sih lagu ini lahir, dan apa sih yang ingin saya sampaikan," jelas Arda di Jakarta.

Keputusan menunda perilisan membuat Arda kembali merefleksikan alasan di balik terciptanya lagu tersebut. Dia kemudian menyadari bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup dengan waktu dan jalurnya masing-masing.
"Kenapa lagu ini ada, bahwa setiap perjalanan itu ada rutenya sendiri. Dari situ ketika saya merasa bahwa oh oke, hidup itu selalu ada waktunya. Kalau sudah waktunya tidak bisa ada yang halangi. Hari ini sepertinya berjodoh untuk saya kenalkan lagu saya. Untuk rilisnya 11 September 2026. Semoga lagu ini bisa menghibur dan menemani," tuturnya.

Arda menegaskan bahwa "Matematika Tuhan Berbeda" tidak dibuat hanya untuk mengejar popularitas atau pencapaian di tangga musik. Dia justru ingin lagu tersebut dapat menjadi teman bagi pendengar yang sedang menghadapi masa sulit.

Inspirasi lagu itu muncul setelah Arda menjalani hipnoterapi. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa banyak orang ternyata memiliki persoalan yang serupa dan memilih mencari bantuan untuk memahami dirinya sendiri.

"Lagu ini terjadi setelah saya hipnoterapi. Pas keluar ruangan saya melihat ternyata banyak juga orang yang datang ke psikolog buat konseling yang sama kayak saya," kata Arda Hatna.

Pengalaman itu membuat Arda penasaran dengan banyaknya orang yang datang untuk berkonsultasi mengenai persoalan kehidupan. Dia pun mendapat penjelasan yang kemudian mengubah cara pandangnya.

"Saya tanya, 'Kenapa sih banyak banget sekarang lagi sakit ini-ini?' Dijawab lah sama dia, 'Oh nggak, itu mereka sadar kok. Dirimu juga lebih sadar untuk mau berbenah' seperti itu," ucapnya.

Dari proses tersebut, Arda memahami bahwa seseorang yang berani mencari bantuan untuk berbenah tidak selalu berarti sedang berada dalam kondisi lemah. Sebaliknya, kesadaran untuk menghadapi persoalan diri dapat menjadi bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih baik.

Menurut Arda, banyak orang yang datang kepada psikolog merupakan pribadi yang pernah terluka, tetapi memilih untuk tidak meneruskan luka tersebut kepada orang lain. Pemahaman itu kemudian menjadi salah satu fondasi dalam proses kreatifnya.

"Di situ saya memahami bahwa ada tiga poin kehidupan yakni penderitaan, ilmu pengetahuan, dan cinta," sambungnya.

Refleksi mengenai penderitaan, pengetahuan, dan cinta tersebut kemudian berkembang menjadi gagasan musikal. Arda mengaku secara intuitif menemukan rangkaian kata dan nada dasar yang akhirnya menjadi cikal bakal "Matematika Tuhan Berbeda".

Arda mengaku sempat merasa khawatir pesan dalam lagu tersebut justru terdengar seperti nasihat yang menggurui. Ia kemudian memilih melihat karyanya sebagai ruang untuk berbagi pengalaman dan perspektif.

Pada akhirnya, suami Tantri Kotak itu memantapkan diri untuk merilis lagu tersebut dengan harapan dapat memberikan ruang bagi pendengar untuk merasa ditemani ketika menjalani masa-masa berat.

"Saya cuma ingin menemani orang-orang yang sudah lelah," tutupnya.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA