Jakarta: Swara Gembira bersama DSS Concert bekerja sama menggelar pangelaran seni budaya untuk Ibu Pertiwi menggandeng grup musik Krakatau. Menariknya, Krakatau juga mengajak para 'anak-anak Krakatau' memeriahkan konser bertajuk Prthvi Mata itu.
"Nanti ada anak saya, ada anaknya Donny, ada anaknya Gilang, anaknya Dwiki, anaknya Pra," kata Indra Lesmana, keyboardist Krakatau dalam jumpa pers di Artoz Lounge SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 10 April 2019.
Aksi panggung ini dijamin spesial, mengingat album terbaru Krakatau Chapter Two ikut dibawakan. Konsepnya pun dibuat berbeda dengan iringan musik orkestra untuk membawa suasana kemegahan dalam album.
"Akan menjadi sebuah kejutan yang sangat luar biasa sekali, ini pertama kali kami menampilkan anak-anak kami bermain bersama. Anak Krakatau akan semacam menjadi highlights dari show ini," lanjut Indra.
Album Chapter Two diciptakan di Bali. Nantinya, Krakatau akan beraksi selama dua jam dalam konser yang digelar pada 30 April 2019 di Ciputra Artpreneur Jakarta.
Krakatau terbilang grup musik berakar kuat dengan digawangi personel yang juga memiliki karier solo cemerlang. Dibanding grup lawas seangkatan mereka, Krakatau masih bertahan dengan formasi awal.
Selain melepas energi mereka dalam bermusik, Krakatau berharap anak-anak muda yang kini kerap disebut sebagai kaum milenial dapat hadir. Trie Utami, vokalis Krakatau berharap anak-anak muda tetap mengingat akar budayanya meski diterpa teknologi.
"Anak-anam muda hari ini yang disebut milenial silakan semoderen apapun bermain musik, sebarat apapun bermian musik, menciptakan, mengkaryakan musik, tapi ingat kita masih punya tradisi. Budaya yang perlu kita rawat, pelihara, semua orang ada titik barat dan timur itu sendiri. Jadi sebarat apapun Anda silakan, tapi jangan lupa ada DNA, ada genetik ketimuran yang harus kita jaga," kata Trie.
Dwiki Dharmawan, keyboardist Krakatau menambahkan anak-anak muda perlu memulai untuk berkarya.
"Jangan pikirkan ini bisa dijual atau tidak, berkarya dulu nomor 1," kata Dwiki.
Indra Lesmana kembali menambahkan, generasi muda ada baiknya berkarya dengan inovasi, bukan memodifikasi karya sebelumnya. Dia mencontohkan bagaimana ekosistem musik berjalan dan saling berlomba menciptakan hal baru di tengah keterbatasan referensi tanpa kemudahan akses internet.
"Sekarang mungkin karena banyak kita melihat perkembangan musik di sosial media dan sebagainya, susah untuk mendapatkan sesuatu yang benar-benar original, yang fresh. Sementara waktu di era kita, dia buat kayak gitu, kita jangan kayak dia. Kita balik kita cari yang lain. Create something new," papar Indra.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan