Kill The DJ (Foto: Dok. MI)
Kill The DJ (Foto: Dok. MI)

Kill The DJ Tak Ingin Kasus Lagu Jogja Istimewa Terlalu Panjang

Hiburan kill the dj
Purba Wirastama • 16 Januari 2019 16:23
Jakarta: Musisi Marzuki Muhammad alias Kill the DJ telah melaporkan kasus kampanye pilpres pendukung pasangan Prabowo-Sandi yang mencatut Jogja Istimewa ciptaannya. Menurut Marzuki, belum ada pihak pendukung Prabowo yang menghubungi dia atau merilis pernyataan maaf resmi.
 
Sebelum melaporkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Marzuki sempat memberi kesempatan bagi pihak kampanye atau penyebar video rekaman untuk meminta maaf. Namun hingga Selasa siang, 15 Januari 2019, belum ada respons yang diharapkan sehingga Marzuki menempuh jalur hukum.
 
Sehari berikutnya, pria yang akrab disapa Juki ini mengaku belum juga dihubungi secara langsung. Dia menyebut bahwa proses hukum masih akan tetap berjalan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum ada yang meminta maaf secara resmi atau menghubungi dan ketemu," kata Juki lewat telepon dalam program Metro Hari Ini di Metro TV, Rabu, 16 Januari.
 
"Hak kekayakan intelektual itu hak yang harus diperjuangkan secara etika dan moral karena profesi saya seniman. Bagi saya, yang penting dari kasus ini adalah pembelajaran bagi semua, bahwa tidak bisa asal comot lagu milik orang lain tanpa seizin pemilik," Imbuh Juki.
 
Juki juga menyatakan bahwa dia merasa dirugikan secara moral. Video rekaman "emak-emak Jogja", yang menyanyikan lagu Jogja Istimewa dengan modifikasi dukungan untuk Prabowo-Sandi, disebarkan di media sosial oleh akun @CakKhum, yang juga mengaku bahwa dia mendapat video dari akun @mediaprabowo.
 
Ketika video tersebar, sejumlah orang menghubungi Juki dan bertanya soal status penggunaan lagu tersebut. TIdak sedikti yang berpikir bahwa Marzuki mendukung Prabowo-Sandi.
 
"Buat saya, secara moral, saya dirugikan sekali," ungkapnya.
 
Juki berharap kasus ini segera selesai dan tidak berlangsung berlarut-larut. Dia meminta kasus ini menjadi pelajaran bersama bagi publik untuk lebih memahami dan menghargai karya dan hak cipta seniman.
 
"Hak cipta itu harus benar-benar dihormati dan kita harus menjunjung tinggi etika, apapun tang terjadi. Maksudnya, ini musim kampanye, ya jangan mudah mencatut lagu orang untuk dipakai kampanye," ungkap Juki.
 
"Apapun situasinya, yang penting kita jangan sampai mewarisi bangsa Indonesia dengan harga yang buruk dan sampah kebencian," tukasnya.
 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif