Tak sekadar menjadi agenda listening session biasa, acara ini hadir dengan konsep multisensori yang sinematik dan imersif. Bersama tim kreatifnya, Danilla berhasil menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang berbeda dari kebanyakan sesi dengar musisi lain di Indonesia.
Para tamu undangan diajak menyelami atmosfer album melalui perpaduan visual video-mapping dan tata suara yang dialirkan lewat wireless headphone. Delapan trek dalam album Candramawa diperdengarkan bersamaan dengan visual khusus yang dirancang untuk memperkuat narasi emosional dari setiap lagu.
Agenda eksklusif ini tidak hanya dipadati oleh awak media, tetapi juga dihadiri oleh sejumlah publik figur dan pelaku industri kreatif, seperti Iga Massardi (vokalis Barasuara), konten kreator sekaligus aktor Kevin Anggara, hingga sutradara kenamaan Joko Anwar.
Baca Juga :
Hans Zimmer Ternyata Nge-Fans Sama Raye
Usai sesi dengar berlangsung, Medcom.id pun berkesempatan memawancarai Joko Anwar. Sutradara yang dikenal lewat film Pengabdi Setan ini pun mengungkapkan kekagumannya terhadap konsep yang dihadirkan oleh Danilla dan tim.
Menurut pandangannya sebagai sineas, pengalaman yang ditawarkan dari acara Sebuah Pengantar Candramawa terasa sangat sinematik dan berhasil memperkuat storytelling dalam lagu-lagu di album terbaru Danilla.
"Saya merasa ini sesuatu yang inventive banget. Kalau live kita udah tahu Danilla gimana, kualitasnya luar biasa. Jadi yang dia tawarkan saat ini adalah experience yang menurut saya sangat sinematik banget dan lagu-lagunya kan juga biasanya storytelling ya dan ini betul-betul kayak serve the- the songs perfectly gitu," ujar Joko Anwar kepada Medcom.id.
Joko Anwar menilai bahwa kekuatan narasi dalam lirik-lirik dan karakter musik Danilla berpadu sempurna dengan visual imersif yang disajikan, sehingga mampu menciptakan ruang intim yang mengikat emosi pendengarnya secara mendalam.
"Jadi bukan cuma visual yang sangat immersive, tapi juga didukung oleh lagunya Danilla yang storytelling, so jadi pengalaman sinematik," lanjutnya.
Sementara dalam hal musik, Joko Anwar mengatakan bahwa album Candramawa ini terasa jujur dan personal sehingga dirinya merasa seperti tengah mendengarkan sahabat bercerita.
"Kalau saya selalu melihat musiknya Danilla tuh sesuatu yang strikingly beautiful tapi sangat tender gitu. Karakter Danilla kan memang lagu-lagunya sangat personal banget dan menurut saya kalau kita mendengarkan sesuatu yang personal tuh kayak kita mendengarkan sahabat bercerita dan kebetulan kita suka sama orangnya, jadi kita ingin mendengar lebih banyak lagi gitu," tutup Joko Anwar.
Baca Juga :
Eksklusif: Musisi Thailand NOTEP Tak Setuju AI Gantikan Musisi, Tapi Akui Pernah Gunakan untuk Ini
Candramawa sendiri merupakan album terbaru dari Danilla yang mengisahkan tentang bagaimana seorang manusia yang menyambangi luka-luka dan ketakutannya di masa lampau, lalu bersahabat dengannya.
Di album keempatnya ini, Danilla kembali mempercayakan kursi produser, penulisan lirik, hingga aransemen kepada dua sahabat setianya, Lafa Pratomo dan Otta Tarrega.
Album ini juga diramaikan oleh deretan kolaborator sangar di lini vokal, mulai dari Bilal Indrajaya, hara (proyek solo Rara Sekar), hingga Sandrayati. Sementara pada sektor instrumen, Danilla dibantu oleh mendiang musisi Gusti Irwan Wibowo, Enrico Octaviano (Lomba Sihir), Bembi Gusti, dan Edward Manurung pada drum, Billy Saleh pada gitar, serta Iskandar pada lini bass.
Sebagai pemanasan, Danilla telah merilis dua nomor pembuka, yakni "Lembar Biru" pada 31 Desember 2025 dan "Pertunjukan Terakhir" pada 13 April 2026 lalu, sebelum album penuhnya resmi mengudara di seluruh platform musik digital pada 5 Juni 2026 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News