Jakarta: Drummer Mötley Crüe, Tommy Lee, mengenang salah satu momen paling kelam dalam hidupnya saat berjuang melawan kecanduan narkoba. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyuntikkan whiskey langsung ke pembuluh darah, sebuah kejadian yang akhirnya menyadarkannya untuk menjalani rehabilitasi.
Dalam wawancara di podcast Armchair Expert, Lee menceritakan insiden tersebut terjadi pada 1989 ketika ia dan rekan satu bandnya, Nikki Sixx, kehabisan heroin saat menginap di sebuah hotel. Keduanya, yang saat itu dijuluki "Terror Twins", kemudian mencoba menyuntikkan minuman beralkohol sebagai penggantinya.
"Kami menuangkan Jack Daniel's ke tutup botol, lalu mengisinya ke dalam beberapa suntikan dan menyuntikkannya. Saat itulah saya berpikir, 'Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Padahal kami bisa saja meminumnya, tetapi malah menyuntikkannya. Ini benar benar salah, dan seseorang bisa mati.' Di momen itulah saya sadar," kenang Lee.
Musisi berusia 63 tahun itu mengaku masih mengingat sensasi saat alkohol masuk ke tubuhnya melalui suntikan.
"Rasanya bisa benar benar terasa, sama seperti saat menggunakan heroin," ujarnya.
Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Lee. Ia kemudian bersama personel Mötley Crüe lainnya, Nikki Sixx, Mick Mars, dan Vince Neil, sepakat menjalani rehabilitasi secara terpisah demi mengatasi kecanduan masing masing.
Selain itu, mereka juga menunjuk seorang terapis khusus untuk membantu seluruh anggota band tetap berada di jalur pemulihan.
"Kami rutin berkumpul untuk membicarakan bagaimana masing masing menghadapi kehidupan yang baru. Dari situ, kami mulai saling memahami persoalan yang dihadapi satu sama lain. Prosesnya sangat rumit, tetapi juga membuka banyak hal," kata Lee.
Meski telah lama meninggalkan narkoba, Tommy Lee mengakui perjuangannya melawan alkohol masih terus berlanjut hingga kini.
Ia mengungkapkan periode terlama dirinya berhasil tidak mengonsumsi alkohol adalah sekitar tiga tahun. Namun, menurutnya, rasa percaya diri setelah berhasil bertahan justru kerap menjadi pemicu untuk kembali minum.
"Tiga tahun mungkin adalah waktu terlama saya benar benar berhenti. Kadang saya terlalu bersemangat, lalu berpikir, 'Wah, saya sudah setahun tidak minum.' Lalu saya merayakannya. Nah, di situlah masalahnya," tuturnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan