Oasis (Foto: Oasis)
Oasis (Foto: Oasis)

Dokumenter Reuni Oasis Garapan Kreator Peaky Blinders Akan Tayang di Bioskop dan Disney+

Agustinus Shindu Alpito • 25 Mei 2026 09:51
Ringkasnya gini..
  • Oasis akan merilis film dokumenter reuni “Oasis Live ’25” di IMAX dan Disney+ tahun 2026.
  • Film dokumenter Oasis hadirkan wawancara pertama Liam dan Noel Gallagher dalam 25 tahun.
  • Steven Knight garap dokumenter reuni Oasis dengan akses eksklusif di balik layar tur dunia mereka.
Jakarta: Band rock legendaris asal Inggris, Oasis, akan mengabadikan tur reuni bersejarah mereka lewat sebuah film dokumenter layar lebar yang dijadwalkan tayang global tahun ini. Film yang masih belum memiliki judul resmi tersebut akan lebih dulu diputar terbatas di jaringan IMAX dan bioskop pilihan dunia mulai 11 September 2026, sebelum kemudian tersedia secara eksklusif di Disney+ untuk pasar internasional.
 
Proyek dokumenter ini digarap oleh Steven Knight, sosok di balik serial Peaky Blinders, yang bertindak sebagai kreator sekaligus produser. Sementara kursi sutradara dipercayakan kepada duo pembuat film Dylan Southern dan Will Lovelace, yang sebelumnya dikenal lewat dokumenter musik Shut Up and Play the Hits dan Meet Me in the Bathroom.
 
Film tersebut akan mendokumentasikan tur comeback “Oasis Live ’25”, yang disebut sebagai salah satu reuni musik paling monumental dalam beberapa dekade terakhir. Dokumenter ini tidak hanya menyoroti penampilan panggung Liam Gallagher dan Noel Gallagher, tetapi juga mengeksplorasi emosi, dinamika, serta dampak budaya dari kembalinya Oasis terhadap para penggemar lintas generasi di seluruh dunia.
 
Salah satu daya tarik utama film ini adalah akses eksklusif yang diberikan kepada tim produksi, mulai dari sesi latihan, area belakang panggung, hingga momen di atas panggung selama tur berlangsung. Dokumenter tersebut juga akan menampilkan wawancara bersama pertama Liam dan Noel Gallagher dalam lebih dari 25 tahun.

“Saya ingin menceritakan kisah tentang dua saudara itu dan band mereka, tetapi yang sama pentingnya adalah kisah para penggemar yang hidupnya disentuh dan terkadang berubah selamanya oleh musik mereka," kata Steven Knight.
 
Ia juga menyebut film ini sebagai kisah tentang bagaimana musik mampu menyatukan generasi dan budaya berbeda di tengah dunia yang semakin terpolarisasi.
 
Secara teknis, proyek ini turut melibatkan sinematografer Haris Zambarloukos, serta dua peraih Oscar di bidang tata suara, James Mather dan Tarn Willers, demi menghadirkan pengalaman audio visual maksimal untuk format IMAX dan bioskop.
 
Dokumenter tersebut diproduksi oleh magna studios dan dipresentasikan oleh Sony Music Vision bersama Sony Music Entertainment. Hingga kini, jadwal penayangan streaming serta daftar bioskop global yang akan menayangkan film tersebut masih akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA