Album Temarram - Antara Angkara (Foto: Dok  temarram)
Album Temarram - Antara Angkara (Foto: Dok temarram)

Temarram Bawa Kisah Keruntuhan dan Harapan lewat Antara Angkara

Agustinus Shindu Alpito • 13 September 2026 14:10
Ringkasnya gini..
  • Temarram menghadirkan album penuh perdana bertajuk Antara Angkara setelah lima tahun perjalanan bermusik.
  • Album ini dirilis pada 11 September 202, Temarram merangkum perjalanan lima tahun mereka dalam sebuah album yang mempertemukan berbagai sisi kehidupan
  • Album ini mengajak pendengar menyusuri berbagai persoalan manusia dan konsekuensi dari pilihan yang dibuat.

JAKARTA: Temarram menghadirkan album penuh perdana bertajuk Antara Angkara setelah lima tahun perjalanan bermusik. Album yang dirilis pada 11 September 2026 ini memuat delapan lagu dengan tema yang bergerak dari keruntuhan, kehilangan, dan penyesalan hingga harapan.

Antara Angkara menjadi penanda baru bagi perjalanan Temarram setelah sebelumnya merilis EP Montase pada 2022 dan Selubung Abadi pada 2023. Sebelum album penuh ini dirilis, Temarram juga memperkenalkan salah satu materi albumnya melalui single “Pusara” pada 2025.

Album ini mengajak pendengar menyusuri berbagai persoalan manusia dan konsekuensi dari pilihan yang dibuat. Setiap lagu menghadirkan cerita dengan warna dan emosi yang berbeda.

Kisah Keruntuhan hingga Harapan

Album Antara Angkara dibuka dengan “Dan Kau Terlunta”, yang membawa cerita tentang penyesalan ketika ambisi justru berujung pada kehancuran.

Perjalanan tersebut berlanjut lewat “Reruntuh”, yang menggambarkan mimpi-mimpi yang harus berhadapan dengan rutinitas. Sementara “Aksioma” menghadirkan energi kemarahan yang muncul dari sebuah hubungan dan perpisahan.

Temarram juga menghadirkan “Pusara”, lagu yang mengajak pendengar melakukan introspeksi terhadap petaka yang diciptakan sendiri. Kemudian, “Tak Tergenggam” membicarakan kenyataan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Di tengah atmosfer tersebut, “Semesta Semesta” memberikan ruang bagi hadirnya harapan. Sementara “Afeksi dan Mati” membawa kembali nuansa yang lebih gelap melalui kolaborasi dengan Otong Koil.

Album ini kemudian ditutup dengan “Pengakhiran Permulaan” yang menghadirkan gagasan tentang sebuah akhir yang justru dapat menjadi awal dari sesuatu yang baru.

Libatkan Sejumlah Kolaborator

Dalam pengerjaan Antara Angkara, Temarram menggandeng sejumlah musisi untuk memperkaya warna musikal album.

Pandu Fuzztoni terlibat sebagai produser sekaligus kolaborator. Ia membantu menerjemahkan gagasan musikal Temarram sekaligus membuka ruang eksplorasi tanpa menghilangkan karakter utama musik mereka.

Selain Pandu, Temarram juga menggandeng Otong Koil dan Gerry Lainil Fauzi dari Dirty Ass. Otong hadir dalam lagu “Afeksi dan Mati”, sementara Gerry berkolaborasi dalam “Aksioma”.

Pandu juga memberikan sentuhan gitar penuh noise dalam “Pengakhiran Permulaan”, menambah karakter tersendiri pada lagu penutup album.

Untuk artwork album, Temarram berkolaborasi dengan seniman asal Finlandia, Suvi Karjalainen. Visual tersebut menggambarkan sebuah ruang tempat manusia bersimpuh dan berhenti sejenak di tengah berbagai hal yang telah runtuh.

Melalui Antara Angkara, Temarram merangkum perjalanan lima tahun mereka dalam sebuah album yang mempertemukan berbagai sisi kehidupan. Keruntuhan, kehilangan, kemarahan, penyesalan, hingga harapan menjadi bagian dari perjalanan yang mereka tawarkan kepada pendengar.
 



(Annisa Julinah)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA