JAKARTA: Seniman Indonesia Satya Cipta mencatat langkah baru dalam perjalanan bermusiknya. Ia tampil dalam konser solo pertamanya di luar negeri melalui Nonsan World Music Festival 2026 di Gangyeong pada 5 September 2026, distrik bersejarah di Kota Nonsan, Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan.
Satya Cipta menjadi salah satu seniman yang diundang promotor SoundPuzzle untuk tampil dalam festival yang mempertemukan musisi dan penampil dari berbagai latar budaya. Penampilan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Satya memperkenalkan karakter musik dan vokalnya kepada penonton Korea Selatan.
Dalam penampilannya, Satya didampingi band asal Korea Selatan. Ia membawakan tiga lagu miliknya, yakni “Hangat Pagi,” “Overthinking,” dan “10.000 Langkah.” Satya juga memasukkan lagu karya Yovie Widianto, “Janji di Atas Ingkar,” ke dalam setlist.
Tak hanya bernyanyi, Satya juga berusaha membangun interaksi dengan penonton menggunakan bahasa Korea. Sapaan dan perkenalan tersebut mendapat respons antusias sehingga menciptakan suasana hangat sepanjang pertunjukan.
Satya Cipta Bawakan Arirang dengan Sentuhan Vokal Bali
Momen yang paling mencuri perhatian hadir pada sesi encore. Satya membawakan “Arirang,” lagu tradisional Korea, dengan memadukan teknik vokal tradisional Bali dan karakter vokal Pansori.
Perpaduan tersebut mempertemukan dua tradisi vokal dari Indonesia dan Korea dalam satu penampilan. Satya membawakan Arirang dengan pendekatan emosional yang kuat sehingga suasana pertunjukan terasa lebih intim dan dramatis.
Baca Juga :
Lirik dan Makna Lagu "Unknown Planet" - IU
Eksplorasi tersebut tidak hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya. Identitas vokal Bali dipadukan dengan tradisi musikal Korea melalui interpretasi personal Satya.
Penampilan tersebut mendapat respons positif dari penonton. Bahkan, pihak penyelenggara menyampaikan keinginan untuk kembali mengundang Satya dalam festival berikutnya.
Bawa Identitas Indonesia ke Panggung Internasional
Satya Cipta adalah seniman Indonesia yang dikenal melalui praktik artistiknya yang melintasi berbagai medium, dengan eksplorasi terhadap pengalaman personal, emosi, budaya, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Dalam perjalanan bermusiknya, Satya menghadirkan karakter vokal yang khas serta pendekatan yang berangkat dari pengalaman dan identitas budaya Indonesia.
Penampilannya di Nonsan World Music Festival 2026 menjadi bagian penting dari perjalanan Satya dalam memperluas eksplorasi musik dan membawa karya serta identitas artistiknya ke panggung internasional.
Bagi Satya Cipta, penampilan di Nonsan bukan sekadar perjalanan bermusik ke luar negeri. Momen tersebut menjadi ruang untuk membawa identitas Indonesia ke panggung internasional sekaligus menemukan titik temu dengan budaya lain melalui musik.
Penampilan di Nonsan World Music Festival 2026 juga menjadi langkah baru bagi Satya dalam memperluas perjalanan artistiknya. Ia membawa karakter dan energi Indonesia untuk bertemu dengan audiens yang lebih luas di panggung internasional.
(Annisa Julinah)