Juicy Luicy (Foto: Instagram/juicyluicyband)
Juicy Luicy (Foto: Instagram/juicyluicyband)

Juicy Luicy Salahkan Promotor Terkait Batal Manggung di Batam

Basuki Rachmat • 11 September 2026 21:14
Ringkasnya gini..
  • Juicy Luicy membeberkan kronologi pembatalan penampilan dari sudut pandang band.
  • Pihak band menyoroti masalah pelunasan fee, tiket, hingga biaya bagasi membengkak.
  • Juicy Luicy mengaku siap jika pihak penyelenggara membawa masalah ini ke jalur hukum.
Jakarta: Setelah hampir sepekan menjadi sorotan, grup musik Juicy Luicy akhirnya buka suara mengenai keputusan mereka membatalkan penampilan di festival musik XYZ Liveground yang digelar di Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam, pada Sabtu, 5 September 2026.

Keputusan tersebut sebelumnya menjadi perbincangan di kalangan warganet hingga pelaku industri hiburan Tanah Air. Salah satu persoalan yang terungkap adalah kebutuhan over bagasi atau kelebihan bagasi yang disebut menjadi salah satu faktor di balik batalnya penampilan Juicy Luicy di Batam.

Pihak promotor XYZ Liveground sebelumnya menjelaskan bahwa persoalan bermula ketika tim Juicy Luicy hendak melakukan perjalanan menuju Batam. Saat itu, terdapat kebutuhan tambahan terkait kelebihan bagasi. Penyelenggara kemudian menawarkan mekanisme pembayaran terlebih dahulu yang selanjutnya dapat diganti melalui sistem reimbursement.

Namun, pihak Juicy Luicy memiliki versi kronologi yang berbeda. Melalui unggahan terbaru di Instagram pada Jumat, 11 September 2026, mereka menjelaskan bahwa masalah pembayaran dan kelengkapan perjalanan sudah diberitahukan kepada penyelenggara sejak H-7 sebelum acara.

"Proses yang sungguh melelahkan, setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak H-7 acara, yang di mana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang-kadang ditunda, seringnya tidak dibalas, mungkin seharusnya kami kaku saja menerapkan izin karena penyelenggara tidak terus melaksanakan kewajiban. Hal ini jarang sekali kami temui di bertahun-tahun kerja sama kami dengan ratusan penyelenggara lain, atau bisa jadi lebih," tulis pihak Juicy Luicy di Instagram.

Menurut mereka, pelunasan biaya tampil baru dilakukan sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan. Namun, pembayaran tersebut disebut belum disertai sejumlah kebutuhan perjalanan yang sebelumnya telah disepakati.
 

“Setelah kami kejar terus-menerus, akhirnya pelunasan biaya tampil dilakukan di 18 jam sebelum waktu keberangkatan kami ke Batam, itu pun tidak beserta tiket, kelengkapannya, dan bukti penginapan sesuai kesepakatan. Hampir tiap jam kami menagih penyelenggara, namun selalu mendapat jawaban yang sama, ‘sebentar’, atau semacamnya,” lanjutnya.

Situasi semakin mendesak karena waktu keberangkatan semakin dekat. Pihak band menyebut mereka harus mendapatkan kepastian perjalanan karena seluruh tim berada di Bandung, sementara penerbangan menuju Batam dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.

"Jam 8 malam sudah lewat, waktu keberangkatan semakin dekat, sedangkan info yang kami dapat, kemungkinan jadwal penerbangan kami jam 5 pagi menurut penyelenggara," ungkap pihak Juicy Luicy.

“Kami beserta tim produksi harus segera mendapat kepastian berangkat atau tidak, karena kami berada di Bandung, sedangkan kami berangkat dari posisi Soekarno-Hatta, lagi-lagi tidak dihiraukan oleh penyelenggara,” lanjut pernyataan resmi tersebut.

Setelah pihak band memberikan batasan agar tiket segera dipastikan, penyelenggara akhirnya mengirimkan tiket keberangkatan. Namun, menurut Juicy Luicy, sejumlah kebutuhan lain masih belum diberikan.

"Dengan sedikit ketegasan bahwa kami tidak akan berangkat tanpa kejelasan tiket, akhirnya penyelenggara mengirimkan tiket keberangkatan kami di pukul 22.26, namun, belum melampirkan beberapa hal seperti bukti penginapan 2 malam, tiket kepulangan, dan tentu saja bagasi prabayar ekstra yang jelas tercantum pada pengendara, yang akhirnya menjadi sorotan akhir-akhir ini," ungkap pihak band.
   

Persoalan Biaya Bagasi Ekstra

Pihak Juicy Luicy kemudian melakukan pengecekan mandiri mengenai biaya bagasi prabayar yang diperlukan untuk perjalanan tersebut. Mereka menyebut harga bagasi ekstra mencapai puluhan juta rupiah karena adanya perubahan maskapai.

"Penyelenggara dengan segala dalihnya mengatakan sedang memproses dengan segera, namun tak kunjung datang hasilnya. Kami melakukan pengecekan di web maskapai penerbangan bahwa harga bagasi prabayar sekitar 44 juta (perlu diketahui bahwa ekstra bagasi ini menjadi banyak karena penyelenggara memindahkan kami ke maskapai penerbangan yang hanya memiliki jatah 15 kg/orang sehingga ekstra bagasinya menjadi besar)," tutur mereka.

Menurut pihak band, penyelenggara kemudian menawarkan skema pembayaran sebagian biaya bagasi terlebih dahulu agar mereka dapat segera menuju bandara.

"Tepat di tengah malam, penyelenggara kemudian menawarkan untuk melakukan pembayaran 26 juta terlebih dahulu agar kami segera berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta. Sisanya akan dilunasi ketika kami sampai di bandara. Lagi-lagi semua hanya janji semata, sesampainya di bandara penyelenggara bahkan belum melakukan transfer 26 juta yang menjanjikan."

Situasi tersebut membuat tim Juicy Luicy berpacu dengan waktu karena batas akhir memasukkan bagasi semakin dekat. Mereka menyebut harga bagasi yang harus tersedia di bandara juga mengalami kenaikan yang signifikan.

"Kami kemudian berpacu dengan waktu, di mana bagasi harus masuk paling lambat pukul empat pagi. Usaha kami menghubungi nampaknya sia-sia. Kami tetap menuju ke counter untuk mempersiapkan proses, namun karena harga pembelian bagasi di bandara memiliki harga yang lebih mahal, harganya naik menjadi 64 juta," tulis pihak band.

Kondisi tersebut akhirnya membuat Juicy Luicy memutuskan tidak berangkat ke Batam. Keputusan itu diambil karena mereka mengaku tidak lagi memiliki kepastian mengenai pembayaran biaya perjalanan.

"Bagaimana mungkin kami percaya bahwa penyelenggara akan membayarkan angka yang sangat besar tersebut setelah kami dibohongi berkali-kali? Karena itu, kami memutuskan untuk tidak pergi ke Batam pada hari Sabtu itu," lanjutnya.

Pihak-pihak tersebut juga menyampaikan permintaan maaf atas sikap maupun ucapan yang mungkin dianggap kurang pantas selama menangani permasalahan tersebut.

"Kami pun jauh sekali dari sempurna sebagai manusia, sehingga seringkali terucap kata-kata dan terdapat perilaku kami yang kurang pantas. Untuk itu, dengan segala kerendarahan hati, kami juga meminta maaf," tutur Juicy Luicy.

Meski demikian, Juicy Luicy menilai persoalan yang terjadi merupakan konsekuensi dari kelalaian pihak penyelenggara. Mereka juga menyatakan siap jika persoalan tersebut berlanjut ke ranah hukum.

Namun, apakah perlu kami meminta maaf atas konsekuensi yang merugikan penyelenggara atas perbuatan dan kesalahannya sendiri? Kami memiliki semua bukti dan siap apabila penyelenggara akan membawa ini ke jalur hukum, lanjut mereka.
 

Polemik Makin Melebar di Media Sosial

Sebelum memberikan klarifikasi, Juicy Luicy dan para personelnya memang sempat memilih untuk tidak memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pembatalan tersebut. Situasi semakin menjadi perhatian setelah akun Instagram vokalis Juicy Luicy, Julian "Uan" Kaisar, diketahui menghilang sejak Rabu, 9 September 2026.

Kondisi tersebut membuat pembahasan mengenai Juicy Luicy berkembang menjadi bola pembohong di media sosial. Sejumlah jejak jejak Uan juga kembali bermunculan dan diperbincangkan warganet.

Beberapa di antaranya berupa cuplikan siaran langsung yang menampilkan kata-kata kasar. Selain itu, muncul pula tudingan terkait pemikiran seksis terhadap perempuan.

Setelah beberapa hari menjadi sorotan, pihak Juicy Luicy akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui pernyataan resmi yang diunggah di Instagram pada Jumat, 11 September 2026. Dalam pernyataan tersebut, mereka membeberkan kronologi pembatalan penampilan dari sudut pandang pihak band, termasuk masalah pembayaran, tiket perjalanan, penginapan, hingga biaya kelebihan bagasi.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA